KEADILAN – Jasad wanita dalam plastik di bawah kolong tol Becakayu, Pondok Gede, Bekasi, ternyata dibunuh temannya sendiri berinisial R, Selasa (18/10/2022).
CCTV apartemen tempat korban dibunuh merekam pelaku tersenyum selagi membawa jasad korban dengan sebuah troli.
Menyoroti rekaman tersebut, Pengamat Sosial dari Universitas Negeri Medan (Unimed) Dr Bakhrul Khair Amal mengatakan, kondisi kejiwaan pelaku harus diperiksa.
“Setelah membunuh, rasa bersalah itu pasti ada. Walau pun ditutupi, itu pasti ada,” ujar Bakhrul saat dihubungi keadilan.id, Kamis (20/10/2022).
Namun menurut dia, dari rekaman CCTV tidak nampak penyesalan pelaku. Padahal dikatakan, korban merupakan rekan kerjanya sendiri.
“Motifnya penting didalami. Apakah karena sakit hati kemudian dendam. Apakah depresi relatif atau apa,” imbuhnya.
Pelaku terkesan begitu berani dengan mengajak korban, membunuhnya, membungkusnya, dan kemudian membawanya begitu saja. Untuk itu Bakhrul menekankan, dalam kasus ini polisi harus mengedepankan pemeriksaan kejiwaan pelaku.
Sebelumnya diketahui, polisi menetapkan R sebagai tersangka pembunuhan terkait jasad perempuan berinisial AY yang ditemukan Selasa lalu. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengatakan pelaku membunuh lantaran sakit hati dengan perkataan korban.
“Kami masih menggali soal motif. Keterangan sementara karena sakit hati, tetapi masih kami dalami karena ada barang-barang korban yang diambil,” ujar Hengki, Rabu (19/10/2022).
Reporter : Charlie Tobing
Editor : Darman Tanjung












