KEADILAN – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklaim kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang menyasar pada anak-anak mengalami penurunan secara drastis.
“Kondisi sampai sekarang dari jumlah kasus baru maupun jumlah kematian sangat turun drastis,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat rapat bersama Komisi IX DPR RI di ruang rapat Komisi IX, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2022).
Menurut Budi, penurunan tersebut terjadi pasca pelarangan peredaran jenis obat-obatan cair atau obat sirop yang mengandung zat etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) berlebihan.
“Sesudah kita melakukan pelarangan sirup, jumlah kasusnya sudah menurun drastis. Yang tadinya 6-7 per hari, yang puncaknya 10 per hari, itu sudah menurun drastis,” bebernya.
Data Kemenkes per Selasa (1/11/2022) kata Budi, tercatat 325 kasus akut di seluruh Indonesia. Peta penyebarannya yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
“DKI Jakarta paling tinggi dan ada Jawa Barat, Jawa Timur, Banten. Dan yang agak unik adalah Aceh, Sumatera Barat dan Bali,” jelasnya.
Lonjakan awal kasus tersebut kata Budi terjadi pada bulan Agustus dan Kemenkes meresponsnya pada bulan September. “Kita melihat lonjakan kasus ini terjadi pada anak-anak usia 0-5 Tahun,” tukasnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Komisi IX DPR Rapat Dengan Kemenkes dan BPOM








