Keadilan

KEADILAN- Terdakwa perkara penipuan bisnis pelumas, Hendri Budiman  mengungkapkan bahwa penukaran chek ke bilyet giro adalah arahan Reni Rani.

Hal itu diungkap dalam persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Anton Rizal Setiawan saat menghadirka saksi Rinaldy Yusuf (korban), Reni Rani, dan Akhiar.

“Ibu Reni ini yang membantu penukaran chek ke bilyet giro. Saya ditelpon, dan ibu ini yang melakukan penukaran tersebut,” ungkap Hendri Budiman yang membantah kesaksian Reni Rani di Pengadilan Negeri Padang, Senin (5/2/2024),

Reni Rani sendiri membantah pernyataan Hendri Budiman. Aksi saling bantah membuat tensi persidangan menegang.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang terdiri dari Dewi Permata Asri, Lusita Amelia Raflis, dan Pitria Erwina ikut mengingatkan Reni Rani.

“Saudara saksi, anda tadi sudah disumpah yaa. Keterangannya, jangan berubah-ubah,” kata JPU.

Resky, kuasa hukum terdakwa juga ikut menimpali. “Saudara saksi, Saudara sudah bersumpah. Apa yang saudara katakan dan apa yang ditanyai majelis, berbeda dengan yang saudara katakan kepada kami,” ucap Resky.

“Tadi saya bertanya, apakah saudara saksi tau tentang pergantian chek ke bilyet giro tersebut. Dan saudara jawab, tidak tau. Bahkan menyebut kalau saudara saksi tidak mau tau dengan pergantian tersebut,” tambah Resky.

Sementara itu Rinaldy Yusuf, saksi
korban mengaku tidak pernah melaporkan 2 orang yang kini jadi terdakwa (Irwan Azra dan Hendri Budiman) ke pihak kepolisian.

“Saya tidak pernah melaporkan ke dua terdakwa ke polisi. Saya hanya melaporkan saksi Reni Rani. Karena, sejak awal sudah saya tegaskan, kalau saya hanya mau berurusan bisnis dengan Reni Rani saja, seorang. Baik urusan pembelian maupun pembayaran. Tidak dengan yang lain,” kata Rinaldy.

Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsunh pada 15 Februari 2024, dengan agenda pembacaan keterangan saksi lanjutan.

Diketahui,  Rinaldy Jusuf melaporkan Reni Rani ke Polda Sumbar pada 13 April 2022. Dslam Laporan Polisi Nomor: LP/B/145/IV/2022/SPKT/POLDA SUMBAR, Rinaldy menegaskan kalau Reni Rani telah menipunya, dalam transaksi bisnis pelumas.

Rinaldy menyebut Reni Rani selaku rekan bisnisnya sudah membayar dengan cek kosong.

Ditkrimum Polda Sumbar, kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan. Menemukan alat bukti kuat, dan menetapkan Reni Rani sebagai tersangka dugaan kasus penipuan (pasal 378 KUHP). Reni Rani kemudian ditahan.

Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, juga telah menerbitkan surat yang menyatakan berkas perkara Reni Rani telah lengkap alias P21.

Tak terima, Reni Rani mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Padang. Pada Senin 11/12/2023, keluar putusan No 6/Pra.Pid/2023/PN PDG, dengan hakim tunggal Anton Rizal Setiawan yang mengabulkan gugatan Reni Rani.

Reporter: Darman Tanjung

Tagged: , , ,