SiCepat Perluas Jaringan, Begini Hadapi Aksi Kriminal Jalanan

KEADILAN- Jasa ekspedisi semakin hari semakin banyak diminati oleh banyak masyarakat Indonesia. Terutama dalam perkembangan pasar daring atau online market. Semakin berkembangnya teknologi juga mempengaruhi pesatnya kebutuhan dalam dunia e-commerce.

Perkembangan e-commerce ini juga membawa keuntungan bagi pihak lain, terutama menguntungkan perusahaan jasa ekspedisi. Sebab, setiap barang yang terjual akan dikirim ke pembeli menggunakan jasa ekspedisi. Dengan jasa itu, kebutuhan untuk mengirim barang menjadi lebih mudah dan bisa mempengaruhi kepuasan pelanggan.

Salah satu jasa ekspedisi yang ada saat ini adalah SiCepat Point. Akhir tahun 2020 ini, SiCepat Point memperluas jaringan proses pengiriman barangnya. Mengatasi hal ini, SiCepat Poin bekerjasama dengan PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk (Alfamart) sebagai partner drop point.

Chief Marketing Officer (CMO) PT. SiCepat Ekspres Indonesia Wiwin Dewi Herawati mengatakan, kerjasama tersebut menjadi salah satu komitmen SiCepat Ekspres untuk memperluas dan mempermudah jangkauan layanan terutama di wilayah Jabodetabek.

“Kerjasama ini sebagai bentuk respon kami kepada pengguna layanan SiCepat Ekspres yang jumlahnya meningkat menjadi 3 juta sellers pada kuartal ketiga di tahun 2020, dan diprediksi di kuartal pertama tahun 2021 mendatang akan meningkat hingga 10%,” Jelas Wiwin di JW Marriott Hotel, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Lanjut Wiwin, kerjasama tersebut dilakukan karena Alfamart telah menjadi brand yang sudah melekat di hati masyarakat dengan ekspansi toko yang telah merata khususnya di wilayah Jabodetabek. Apalagi SiCepat pada semester dua ini berharap mencapai target pengiriman 2 juta per hari.

Sementara Direktur Marketing Alfamart Ryan Alfons Kaloh mengatakan, tujuan kerjasama tersebut untuk kepuasan konsumen, memberi kemudahan sekaligus memberikan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Dengan memanfaatkan toko Alfamart, proses drop paket barang lebih mudah dilakukan tanpa harus ke gerai pengiriman. Dengan begitu masyarakat semakin dimudahkan,” terangnya.

Atasi Kriminalitas

Tingkat kriminalitas di masa pandemi corona virus (covid-19) khususnya pencurian dengan kekerasan (Curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) terus stabil. Bahkan Polda Metro Jaya dan jajarannya atensi khusus terhadap dua kasus tersebut. Sebut saja kasus begal pesepeda dan beberapa pelaku telah ditangkap aparat. Bagaimana dengan nasib kurir SiCepat jika menghadapi hal ini?

Wiwin menegaskan, pihaknya tidak membantah terjadinya kasus begal yang menimpa para kurirnya. Kejahatan di jalanan kata Wiwin tidak bisa dihindari. Wiwin mencontohkan kasus yang menimpa kurirnya di Wilayah Purwakarta, Jawa Barat.

“Ada kejadian misalnya begal. Saat ini memang tidak bisa dihindari kejahatan di jalanan seperti kasus begal. Baru-baru aja terjadi di Purwakarta terhadap kurir kami saat antar barang,” katanya.

Namun kata Wiwin, kehilangan barang akibat dirampok di jalanan sudah menjadi atensi khusus. Barang yang hilang telah diasuransikan sehingga bisa diganti dengan barang baru. “Ada asuransi. Kita asuransikan barang-barangnya,” jelasnya.

Sementara kasus yang menimpa Alfamart kata Ryan selama ini selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Pihaknya juga bekerjasama dengan warga sekitar sehingga lingkungan bisnisnya tetap aman.

“Kita tetap koordinasi dengan aparat keamanan ya, kepolisian dan masyarakat sekitar. Ibaratnya bisa saling menjaga,” tukasnya.

Odorikus Holang

Posting Terkait

Jangan Lewatkan