Pengamat Militer Sebut Tak Masalah Koopssus TNI Sambangi Markas FPI

KEADILAN-Sejumlah anggota pasukan elite yang tergabung dalam Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI menyambangi Markas Front Pembela Islam (FPI) pimpinan Habib Rizieq Shihab di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (19/11/2020).

Sejumlah kendaraan taktis (Rantis) Koopssus TNI yang dikawal satu patroli motor melintas di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat. Rantis tersebut kemudian menghentikan kendaraannya di depan gang Markas FPI sambil membunyikan sirene.

Koopssus merupakan gabungan pasukan elite dari tiga matra yakni, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang merupakan pasukan elite TNI AD, kemudian Detasemen Jala Mengkara (Denjaka), pasukan elite TNI AL dan Paskhas, pasukan elit TNI AU.

Koopssus TNI ini dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi TNI.

Pengamat Militer Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati mendukung langkah Koopssus TNI mendatangi markas FPI tersebut. Sebab kata Susaningtyas, tugas Koopssus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman nyata.

“Menurut saya hal itu tidak masalah karena tugas Koopssus memang menjaga NKRI dari ancaman nyata. Koopssus TNI adalah komando utama operasional untuk pasukan khusus dan satuan khusus TNI dalam rangka kontijensi. Di banyak negara organisasi tempur tersebut lazim di bawah komando langsung seorang panglima yang siap digerakkan 24 jam ke seluruh pelosok negeri dengan mobilitas tinggi didukung logistik yang prima,” ujar Susaningtyas kepada Keadilan, Senin (23/11/2020).

Menurut Susaningtyas, konsep operasi Koopssus TNI sangat berbeda dibandingkan satuan TNI reguler lainnya. Koopssus TNI mengutamakan kekuatan pukul yang mematikan untuk aksi preventif dan aksi represif.

“Stamina yang unggul para prajurit dari ketiga matra dilengkapi peralatan tempur individual yang handal merupakan kunci keberhasilan setiap tugas yang diemban,” katanya.

Selain di dalam negeri kata Susaningtyas, keistimewaan Koopssus TNI sebagaimana pasukan khusus negara lain adalah kapabilitas untuk bertempur di kawasan baik regional maupun internasional.

Dengan terbentuknya Koopssus TNI kata Susaningtyas, upaya pemerintah memberantas teroris akan semakin fokus dan tuntas.

Sebab kata Susaningtys, radikalisme dan ekstremisme di Indonesia harus dilawan oleh semua komponen bangsa. Saat ini terorisme musuh bersama (public enemy) yang memang menjadi target bersama TNI-Polri.

Odorikus Holang

Posting Terkait

Jangan Lewatkan