Menko Luhut: Hadapi Krisis Air dengan Global Water Fund

KEADILAN – Meningkatnya risiko kelangkaan dan ketersediaan air membuat isu ketahanan air jadi penting. Maka itu, isu ini menjadi salah satu prioritas Sustainable Development Goals (SDGs).

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, besarnya tantangan ini dan menuntut untuk memobilisasi pendekatan sumber pendanaan baru. Serta pengurangan risiko guna menciptakan kepercayaan investor terhadap upaya pembangunan ketahanan, khususnya di bidang infrastruktur air melalui Global Water Fund.

“Melihat solusi berbasis alam dan ketahanan infrastruktur memberi peluang menjanjikan. Diperlukan pendekatan pembiayaan yang inovatif untuk mencapai potensi penuh. Salah satunya melalui blended finance, yakni Global Water Fund,” kata Menko Luhut dalam sambutan di High Level Panel (HLP) 10th World Water Forum di Nusa Dua, Bali, Selasa (21/5/2024).

Luhut menjelaskan bahwa blended finance ialah pendekatan penataan keuangan yang menggabungkan berbagai bentuk modal guna mendukung tujuan bersama. Terutama dalam investasi kompleks yang berpotensi membangun ketahanan masyarakat dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

Pendekatan ini melibatkan penggunaan dana publik atau filantropis untuk menarik modal swasta. Terutama untuk proyek-proyek yang mungkin dianggap terlalu berisiko atau tak langsung menghasilkan keuntungan.

“Hal ini dapat digunakan untuk mengatasi kesenjangan pendanaan, mengurangi risiko investasi, dan merangsang pertumbuhan ekonomi dan inovasi. Indonesia memprakarsai G20 Bali Global Blended Finance (GBFA) yang akan menjembatani kesenjangan pendanaan untuk tujuan-tujuan isu iklim dan SDGs dengan pendekatan yang dipimpin oleh daerah serta negara-negara berkembang,” tambah Menko.

Seperti diketahui, Senin (20/5/2024) lalu, telah diresmikan Sekretariat GBFA yang berada di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. Kedelapan negara telah menandatangani LoI dengan Indonesia untuk bergabung menjadi anggota pendiri GBFA.

Reporter: Ceppy Febrinika Bachtiar
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: 3 Poin Penting Mendagri Tito di World Water Forum ke-10