KEADILAN – Menteri Sosial Tri Rismaharini kembali mengunjungi Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat pada Senin (20/5) tengah malam.
Kunjungannya ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan sebelumnya pada 15 -16 Mei 2024, demi memastikan lokasi pengungsian yang baru dibangun aman dan nyaman bagi pengungsi, serta ingin mendengar keluhan para pengungsi.
Diketahui, usai mendarat di Bandara Minangkabau, Mensos Risma langsung menuju lokasi pengungsian yang baru di lapangan bola Batu Taba di Kecamatan IV Angkek, Kabupaten Agam.
Sebelumnya Mensos Risma telah berkoordinasi dengan Bupati Agam Andri Warman untuk memindahkan lokasi pengungsian ke tempat yang lebih luas dan aman dari jalur lahar dingin Gunung Marapi.
Setiba di lokasi, Mensos Risma berdialog dengan para Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari Bukit Tinggi yang bertugas di dapur umum yang baru didirikan.
Mensos Risma memeriksa kesediaan makanan untuk para pengungsi. “Kalian masak apa?,” tanya Mensos. “Masak ikan tongkol Bu sama persiapan ungkep ayam” jawab Roni Putra Tagana Komandan Dapur Umum yang sedang memasak.
Tak sekedar memantau, Mensos Risma yang telah terbiasa sering memasak jika berada di lokasi bencana, pun ikut langsung nimbrung membantu Tagana memasak untuk pengungsi.
Mensos Risma terlihat cekatan ikut mengiris-ngiris kubis untuk dimasak. “Dulu sebelum ada Kampung Siaga Bencana (KSB), saya masak sendiri, sekarang sudah banyak KSB,” kata Mensos Risma sembari mengaduk ungkepan ayam.
Ada sebanyak 10 tenda besar yang dipasang di posko pengungsi yang baru. Kemensos memasang tenda untuk posko kesehatan Puskesmas Ampek Angke 1 unit serta tenda untuk pelatihan vokasional kuliner dan kerajinan berbahan perca 2 unit.
Selain mendirikan banyak tenda untuk masyarakat korban bencana dan pendamping, dibangun pula toilet portabel untuk kebutuhan para pengungsi.
Sebelumnya bencana banjir bandang lahar dingin Gunung Marapi terjadi pada Sabtu (11/5) pukul 21.00 menerjang Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat. Kejadian tersebut menimbulkan korban jiwa serta memutus jalan Padang – Bukit Tinggi.
Diketahui, sesaat setelah banjir lahar dingin melanda Sabtu (11/5) malam, Mensos Risma langsung menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penanganan bencana.
Sampai Senin (20/5), Kementerian Sosial telah mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan logistik ke daerah terdampak bencana yakni di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman.
Kementerian Sosial telah menyerahkan bantuan logistik bencana untuk Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam dan Kota P adang Panjang total senilai Rp 7,14 milyar.
Reporter: Junaidi P.Hasibuan
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Achsanul Qosasi Dituntut 5 Tahun Penjara







