KEADILAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta tetap teguh dan tegas dalam menjaga marwah keputusannya.
Hal tersebut dikatakan Peneliti Senior Formappi, Lucius Karus menanggapi giat KPU RI yang akan melaksanakan rapat pleno secara terbuka terkait penetapan partai politik (parpol) peserta pemilu dan penetapan hasil pengundian nomor urut parpol akan dilakukan pada Rabu, 14 Desember 2022.
Lucius yakin, KPU dan Bawaslu tidak mudah diintervensi oleh elemen masyarakat apapun yang mengatasnamakan demokrasi tetapi ingin mendikte kedua lembaga tersebut.
“Dan jika berhasil menekan KPU dan Bawaslu saat ini, maka bisa jadi di tahapan berikutnya elemen-elemen tersebut akan melakukan tekanan yang sama sesuai target politik yang diinginkannya,” ujar Lucius kepada keadilan.id, Selasa (13/12/2022).
Lucius pun meminta seluruh masyarakat untuk menolak segala cara yang ditempuh sekelompok orang atau atas nama organisasi untuk melakukan peradilan opini dengan menggiring dan mendesak KPU dan Bawaslu memenuhi keinginannya, yang ujung-ujungnya ada agenda tersembunyi yang berbahaya karena mempengaruhi kemandirian KPU Bawaslu sebagai sebuah lembaga yabg independen dan mandiri.
Lucius juga meminta KPU dan Bawaslu untuk berhati-hati menghadapi desakan berbagai elemen masyarakat atas nama demokrasi, tetapi sebenarnya memiliki agenda-agenda terselubung yang bisa merusak kualitas demokrasi di Indonesia.
“Tetaplah profesional mandiri dan jangan terpengaruh tekanan oknum-oknum lembaga tersebut,” bebernya.
Akan tetapi Lucius mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu selama ini, terutama dalam proses verifikasi administrasi dan verifikasi faktual yang berjalan dengan lancar. “Kita harus apresiasi kerja keras dan ketegasan KPU dan Bawaslu selama ini,” tukasnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar













