KEADILAN – Komisi X DPR RI mengecam peristiwa pembakaran gedung sekolah yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Borban, Distrik Okbap, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua pada Jumat (12/7/2024).
Komisi X DPR RI pun mendesak pemerintah memastikan anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan terlepas dari peristiwa tersebut. Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng Pramestuti.
“Kami sangat mengecam aksi pembakaran sekolah yang dilakukan OPM. Sekolah adalah sarana bagi putra-putri kita untuk mengenyam pendidikan demi masa depan mereka dan pembangunan bangsa,” ujar Agustina kepada wartawan, Kamis (18/7/2024).
Agustina mendorong pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap layanan pendidikan dalam kasus ini. Meski gedung sekolah dibakar, ia meminta pemerintah menyiapkan langkah penanganan agar anak-anak tetap bisa belajar.
“Untuk Komisi X, kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah walau mungkin dalam kondisi sarpras (sarana prasarana) sederhana. Sekolah tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu menilai peringatan ini penting mengingat dalam keadaan bencana, urusan pendidikan tidak dijadikan sebagai hal prioritas. Padahal pelayanan pendidikan yang layak merupakan kewajiban dari Pemerintah kepada setiap warga negara Indonesia sesuai amanat konsistusi, khususnya Pasal 31 Ayat 2 UUD 1945.
“Sayangnya, UU kebencanaan kita tidak memasukkan pendidikan sebagai hal prioritas. Maka, kalau menunggu gedung dibangun kembali bisa kapan-kapan sekolahnya,” ucapnya.
Lanjut Agustina, pihaknya mendorong Pemda setempat untuk cepat tanggap mengatasi persoalan ini. Pentingnya dilakukan penyediaan sarana pendidikan sementara bagi siswa-siswi yang sekolahnya dibakar KKB.
“Buka sekolah darurat. Jangan menunggu sekolahnya dibangun. Jika harus atau perlu, pergunakan dana darurat pendidikan,” tegasnya.
Diketahui, KKB masih terus melancarkan aksi teror di Papua dengan membakar 12 gedung sekolah sejak 2023 hingga 2024 ini. Teror terbanyak KKB dilakukan di gedung sekolah dasar (SD) dengan 6 kasus.
“Tercatat ada 12 aksi pembakaran sekolah dari tahun 2023 sampai dengan tahun 2024 yang dilakukan KKB,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2024 Kombes Bayu Suseno dalam keterangannya, Selasa (16/7/2024).
Bayu mengatakan ada 7 kasus pembakaran gedung sekolah di tahun 2023 yang terjadi di 4 kabupaten. Keempat kabupaten tersebut antara lain Kabupaten Puncak, Yahukimo, Pegunungan Bintang dan Papua Pegunungan.
“Tujuh sekolah itu diantaranya sekolah dasar (SD), 2 SM, dan 3 SMA/SMK. Aksi pembakaran itu 1 kasus di bulan Januari, 3 kasus di bulan Maret, 1 kasus di Agustus, 1 kasus di September dan 1 kasus November 2023,” tambahnya.
Sementara sepanjang 2024 ini, sudah ada 5 kasus pembakaran oleh KKB di 3 kabupaten, yakni Kabupaten Intan Jaya, Paniai dan Kabupaten Pegunungan Bintang. Bayu menyebut 5 gedung sekolah yang dibakar adalah 1 sekolah PAUD, 3 SD dan 1 SMP.
“Pertama pada Rabu (1/5), KKB dilaporkan membakar Gedung SD Inpres Pogapa di Distrik Homeyo, Intan Jaya. Kemudian pada Selasa (22/5) sekitar pukul 02.55 WIT, KKB membakar gedung sekolah PAUD, SD, dan SMP YPPGI Kepas Kopo,” ungkapnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Djafar Alkatiri Minta Yorrys Jangan Terus Provokasi dan Fitnah Pimpinan DPD RI










