KEADILAN – Video penangkapan pengemudi mobil berpistol yang sempat dikeroyok massa di Jalan Sunter Karya Timur, Jakarta Utara, Senin (5/6/2022) viral di media sosial. Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, orang yang ditangkap merupakan pelaku pemerasan yang menyamar menjadi polisi.
“Dia lagi menyamar sebagai polisi untuk melakukan pemerasan,” ujar Henki di Polda Metro Jaya, Selasa (5/6/2022)
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan menjelaskan, saat itu penyidik sedang mengusut kasus dugaan penyekapan yang terjadi di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Setelah mendapat info keberadaan pelaku, polisi pun segera mengejarnya.
“Polisi mendapatkan diduga mobil pelaku yang terparkir di dalam Kampung Bahari,” ujarnya.
Tetapi, saat hendak dilakukan penangkapan, pelaku melawan dan melarikan diri. “Mobil pelaku melaju kencang, dan menabrak beberapa motor dan mobil masyarakat, serta menabrak beberapa petugas yang mencoba menghentikan mobil pelaku,” katanya.
Namun, lanjut Zulpan, polisi akhirnya dapat mengamankan pelaku yang kemudian diketahui bernama Ronny (43). Selain itu, dari hasil tes urine, pelaku didapati positif metafetamin.
Sedangkan untuk kasus penyekapan ini, terungkap setelah orang tua korban melapor ke polisi.
Zulpan memaparkan, menurut keterangan orang tua korban, anaknya yang berinisial CT (16) saat itu hendak pergi ke Season City. Tetapi, mereka mendapat kabar dari rekannya kalau CT dibawa orang tak dikenal.
“Saksi menghubungi pelapor, menjelaskan bahwa korban dibawa oleh terlapor dengan menggunakan mobil dan terlapor juga meminta uang tebusan sebesar Rp 50.000.000,” paparnya.
Sebelumnya diketahui, sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi mobil diamuk massa di Jalan Sunter Karya Timur. Pengemudi mobil tersebut dikeroyok setelah melawan arus dan menabrak belasan pengendara motor.
Dalam video yang beredar juga dikatakan bahwa pengemudi tersebut membawa pistol.








