KEADILAN – Tidak terima dituduh terima suap, Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko mengundurkan diri. Pengunduran diri Ruslan tidak lama setelah Biro Anti Korupsi Nasional Ukraina (NABU) dan Kantor Kejaksaan Khusus Anti Korupsi (SAPO) mengumumkan pada 5 September bahwa mereka telah mengungkap jaringan pencucian uang yang dipimpin seorang pejabat di kantor jaksa agung.
NABU atau National Anti-Corruption Bureau of Ukraine adalah lembaga yang menyelidiki dan menyidik, maka SAPO atau Specialized Anti-Corruption Prosecutor’s Office bertugas mengawasi jalannya penyidikan NABU serta satu-satunya lembaga yang berwenang melakukan penuntutan terhadap para pejabat korup di Pengadilan Tinggi Anti-Korupsi Ukraina (HACC).
Jika dianalogikan di Indonesia, NABU mungkin mirim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tanpa kewenangan melakukan penuntutan. Sedangkan SAPO semacam Jaksa Khusus mirip Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) dengan tambahan struktur kekusaan yang independen.
Independensi SAPO ini adalah syarat mutlak yang diwajibkan negara Barat dan Eropa bagi Ukraina untuk bisa bergabung dengan Masyarakat Uni Eropa dan terus menerima bantuan keuangan. Pada 2025 Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy sempat mencoba memangkas independensi SAPO dan meletakkan pengendaliannya dibawah Jaksa Agung Ukraina.
Namun upaya Volodymyr Zelenskyy dikritik keras masyarakat Ukraina. Tekanan juga datang dari negara-negara barat dan Uni Eropa. Akhirnya Presiden Ukraina menyerah dan mengembalikan SAPO sebagai Jaksa Pidana Khusus Indenpenden.
September 2026 SAPO dan NABU memperlihatkan tajinya. Membongkar organisasi kriminal di dalam Kantor Kejaksaan Agung Ukraina yang diduga menerima suap miliaran rupiah untuk melindungi pusat panggilan penipuan (scam call centers).
Dampak dari operasi agresif SAPO ini, Jaksa Agung Ruslan Kravchenko mengundurkan diri dari jabatannya setelah ruang kerjanya digeledah dan anak buahnya (Kepala Departemen Kerja Sama Internasional, Serhii Kropyva) resmi ditahan oleh pengadilan atas tuntutan SAPO.
Secara keseluruhan, kedudukan SAPO saat ini sangat kuat secara operasional di lapangan dalam memberantas korupsi internal, meskipun secara politik posisinya selalu dinamis dan penuh tantangan dari elit pemerintahan yang terganggu oleh penyelidikan mereka.
Pada tanggal 6 September, Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko menyatakan di media sosial bahwa ia “menolak tuduhan tersebut,” menyebutnya “sama sekali tidak berdasar” dan menyangkal melakukan kesalahan apa pun.
Pada tanggal 7 September, Kravchenko menulis di aplikasi pesan Telegram: “Saya telah mengajukan pengunduran diri sebagai Jaksa Agung. Saya tidak ingin kantor Jaksa Agung digunakan sebagai alat dalam konfrontasi politik. Posisi saya terkait tuduhan tersebut tetap tidak berubah,” tambahnya.
Penipuan melalui telepon telah meningkat pesat di Ukraina selama empat tahun terakhir. Menurut Global Initiative to Combat Transnational Crime (GI-TOC, yang berbasis diSwiss ), pusat-pusat panggilan penipuan ini mempekerjakan sekitar 60.000 orang di Ukraina.
BACA JUGA: Tak Cuma Korporasi, Kejagung Juga Bidik Perseorangan di PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU)








