Belajar Seni Berbasis Benang dan Serat di Pameran “Roepa Merdeka”

KEADILAN – Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke 81, Dharma Wanita Persatuan Badan Intelijen Negara (DWP BIN) menyelenggarakan pameran seni berbasis serat dan benang “Roepa Merdeka” yang diadakan mulai tanggal 26 Agustus 2026 selama 3 hari di Balai Sudirman Jakarta. Acara yang dibuka oleh Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Tri Tito Karnavian, menampilkan karya terbaik dari artisan dengan tema merah putih.

Karya seni berbasis benang dan serat yang bahasa kerennya sering disebut Fiber Art adalah karya seni serat yang mengacu pada bentuk seni rupa dan kerajinan tangan yang menggunakan material tekstil seperti benang, tali, kain, rajutan, kertas, atau serat alami dan materi lainnya untuk menciptakan objek estetis, taktil (berkaitan dengan indra peraba atau rasa sentuhan pada kulit seperti tipis tebal, kasar atau halus), atau objek fungsional.

Belajar Seni Berbasis Benang dan Serat di Pameran “Roepa Merdeka” 2

Beberapa karya seni instalasi berbasis benang dan serat juga terlihat cantik di pameran “Roepa Merdeka”. Beda dengan kain tenun tradisional yang biasa dipajang di dinding, karya ini lebih berfokus kepada eksplorasi bentuk, tekstur serta interaksi karya dengan ruang di sekitarnya. Bisa digantung, menonjolkan tekstur kasar, halus, tebal atau tipis. Benang pun bisa ditarik kencang menjadi garis geometris yang tegas atau dibiarkan menjuntai.

Beberapa teknik yang digunakan antara lain:
1. Menenun yaitu menjalin benang vertikal (lungsin) dan benang horizontal (pakan), pada alat tenun atau bingkai untuk membuat kain, permadani, koster atau lainnya
2. Merajut dan knitting menggunakan benang dan alat untuk merajut
3. Pembuatan kain felt dengan menggabungkan dan memadatkan serat serat lepas dengan teknik khusus
4. Sulaman dan tusuk jarum, menjahit desain dekoratif pada permukaan kain
5. Makrame, menggunakan teknik simpul yang lumayan rumit untuk membuat benda- benda yang terstruktur
6. Quilting atau menjahit beberapa lapisan kain dan bantalan untuk membentuk selimut, hiasan dinding atau karya artistik lainnya.

Belajar Seni Berbasis Benang dan Serat di Pameran “Roepa Merdeka” 3

Awalnya, keenam teknik tersebut di atas merupakan teknik tradisional dari para pengrajin untuk menciptakan produk produk harian seperti pakaian, karpet, selimut atau aneka barang keperluan rumah tangga lainnya. Seiring waktu dan perkembangan kemampuan manusia dalam berimajinasi dan berkreasi, hal ini kemudian banyak dikembangkan menjadi suatu karya seni seperti yang bisa dijumpai pada pameran “Roepa Merdeka”.

Di pameran ini pengunjung bisa membeli produk yang hasil penjualannya akan disalurkan untuk mendukung berbagai aksi dan program sosial, atau sekedar menikmati aneka hasil karya seni. Pengunjung juga berkesempatan belajar sendiri membuat aneka kerajinan yang ada dengan membeli kit tertentu untuk dibuat di tempat sampai jadi, atau dikerjakan di rumah. Hal ini mengingatkan kegiatan yang bisa dilakukan pada pameran kerajinan tangan di Jepang atau negara maju lainnya.

Belajar Seni Berbasis Benang dan Serat di Pameran “Roepa Merdeka” 4

Di pojokan konter komunitas La Lita Art&Craft yang berkolaborasi dengan Knit And Cro, pengunjung dapat mencoba dan tanya jawab terkait teknik sulam Jepang atau membuat bros kain yang diajarkan langsung oleh pemilik Tjelup. Bukan itu saja, di konter ini pengunjung bahkan dapat belajar membuat gantungan kunci rajut yang unik dan lucu menggunakan bahan aneka warna yang disediakan secara gratis dan tentu saja, hasilnya boleh dibawa pulang sebagai koleksi pribadi.

“Sengaja disediakan gratis untuk membangkitkan minat kaum perempuan khususnya kaum muda akan seni rajut,” kata Ibu Mega dari Knit And Cro.

Untuk menyukseskan pameran, penyelenggara menggandeng beberapa komunitas partisipan lainnya seperti Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Adiwarna Craft, MMW, Merajut Asa, Rajut Kejut, dan Melati Patchwork.

Bagi yang ingin mengunjungi pameran seni dan kerajinan “Roepa Merdeka”, masih ada waktu karena pameran akan berlangsung hingga Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Pameran terbuka untuk umum dan gratis.****

BACA JUGA: Korupsi Tanah Jarang Terus Diperdalam Jaksa, Tiga Saksi Diperiksa Lagi