KEADILAN – Riza Chalid sosok paling licin di Indonesia. Meski gelar tak tersentuh hukum dipatahkan Kejagung dengan penetapan tersangka perkara korupsi Petral pada Agustus 2025, Kejaksaan Agung (Kejagunh) tak pernah berhasil menangkapnya. Taipan minyak yang pernah menjadi tamu VVIP pernikahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 2015 lalu ini bagai belut dilumuri oli.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dulu pernah mendalami dan menelusuri dugaan keterlibatan Riza Chalid, salah satunya terkait kasus dugaan korupsi pengadaan katalis di PT Pertamina periode 2012–2014 yang menyeret mantan Direktur Pengolahan Pertamina, Chrisna Damayanto.
KPK saat itu menelusuri skema bisnis luar negeri dan aliran dana yang melibatkan perusahaan milik Riza Chalid berkaitan dengan dugaan gratifikasi di Pertamina. Saat itu penyidik KPK sempat memeriksa dan mendalami peran Riza Chalid melalui pemeriksaan terhadap mantan petinggi PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
Namun dalam perjalanannya, nama Riza Chalid menghilang dalam perkara tersebut seperti awan disapu angin. Lolosnya Riza Chalid dari jaring KPK membuat banyak bisik-bisik bahwa lembaga anti rasuah itu gentar menghadapi taipan yang disebut-sebut memiliki pengaruh terhadap hukum dan politik di Indonesia.
Harapan publik melihat hukum lebih tinggi dari Riza Chalid di Indoensia sempat membuncah ketika Jampidsus Febrie Adriansyah memetapkan sang taipan sebagai tersangka perkara korupsi tata kelola niaga migas dan Petral pada Agustus 2025 lalu. Namun kejaksaan kalah cepat dan Riza Chalid kabur dan hanya berhasil menangkap anaknya Kerry Adrianto.
Kejaksaan Agung sudah mengajukan Riza Chalid melalui Polri agar dimasukan dalam buronan internasional termasuk penerbitan Red Notice Interpol. Namun sosoknya hampir setahun ini tak kunjung tertangkap meski bisnisnya di dalam dan luar negeri tetap bergerak dan menghadilkan fulus.
Kuatnya Riza Chalid dicurigai tak lepas dari kekuatan uang dan kedekatannya dengan elit berkuasa. M Said Didu pernah menyebut melihat Rixa Chalid menempati kursi tamu VVIP/VIP dalam resepsi pernikahan keluarga Presiden Jokowi di Solo. Yaitu pernikahan Gibran Rakabuming Raka yang kini menjabat Wakil Presiden.
Kehadiran tersebut menuai kritik dan sorotan dari berbagai pihak karena latar belakang Riza Chalid yang kerap dikaitkan dengan berbagai isu dan pusaran bisnis migas. Pihak Istana atau Jokowi saat itu sempat memberikan tanggapan bahwa pengaturan undangan di acara besar tidak sepenuhnya dikontrol langsung oleh presiden secara rinci.
Nama Riza Chalid sempat disebut sejumlah sumber intelijen terkait dengan pergolakan beberapa waktu lalu. Kini, berkas perkaranya belum dilimpahkan Kejaksaan Agung ke pengadilan. Sedangkan Febrie Adriansyah sudah tumbang dari kursi Jampidsus. Sementara menunggu Riza Chalid ditangkap lamanya seperti menunggu godot.
BACA JUGA: Jaksa Agung Gatot Hampir Terbunuh dan Dipenjara Karena Memberantas Korupsi
BACA JUGA: From Hero to Zero, Ditahan, Febrie: Saya Dikriminalisasi














