KEADILAN – Pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (5/3/2023) dinilai tidak mempunyai hubungannya dengan kepentingan publik tanah air.
“Enggak ada isinya. Enggak ada hubungannya dengan kepentingan publik. Itu pertemuan pertama Surya Paloh minta izin kepada pak Prabowo untuk menjadikan Anies Baswedan sebagai calon Presiden,” ujar Direktur LIMA Indoneisa, Ray Rangkuti di Dreams Date Coffee, Kebun Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (7/3/2023).
“Anies ceritanya belum pernah minta izin kepada Prabowo sebagai orang yang membesarkan Anies dikancah politik melalui Pilkada DKI. Tidak ada komunikasi inilah yang dijembatani oleh Surya Paloh dengan datang ke Prabowo,” tambahnya.
Menurut Ray, pertemuan tersebut menunjukan bahwa posisi Anies saat ini sulit diterima oleh Prabowo. “Anies ini sudah sulit diterima oleh pak Prabowo. Sehingga untuk minta izin pun harus pak Surya Paloh. Kan mestinya langsung saja itu,” jelasnya.
Namun Ray meminta kepada Prabowo supaya persoalan hubungan masa lalu sebaiknya tidak menjadi konsumsi publik.
“Sebaiknya jadi konsumsi mereka. Jangan lagi jadi konsumsi publik. Karena dua kali hubungan antara pak Prabowo dan Anies Baswedan yang mencuat ke publik berakibat negatif dan luar biasa bagi Anies Baswedan,” tukasnya.
Reporter : Odorikus Holang
Editor : Penerus Bonar









