KEADILAN – Pilkada 2020 yang berlangsung di tujuh Kabupaten di Provinsi Kalbar melahirkan sejumlah pemimpin muda. Sebut saja pasangan Fransiskus Diaan dan Wahyudi Hidayat yang memenangi pesta demokrasi Pilkada dengan meraih suara terbanyak untuk menjadi Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Kondisi ini mendorong kawula muda di daerah lainnya untuk ikut adu peruntungan di kancah politik lokal.
Satu diantarnya Stefanus Afat. Pengusaha muda yang lahir dan sukses mengembangkan jejaring usaha di sektor perkebunan dan transportasi di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat kini memiliki keinginan yang kuat untuk maju sebagai calon kepala daerah di daerahya.
“Tentunya saya apresiasi dulu, kepada para calon kepala daerah yang msih berusia muda dan menang dalam Pilkada 2020,” kata Afat sapaan akrabnya, kepada Keadilan.id, Jumat (18/12).
“Ini menjadi semangat buat saya dan rekan pengusaha muda lainnya, untuk coba memberikan kontribusi dengan banting stir ke dunia politik. Sehingga pemikiran yang ada selama menjadi wirausahawan ini, dapat juga diterapkan untuk pembangunan daerah,” tambah Stefanus Afat.
Pria kelahiran Sosok, Kabupaten Sanggau Kalbar 26 Desember 37 tahun lalu itu, mempunyai mimpi menjadikan Kabupaten Sanggau lebih baik. Satu diantaranya meningkatkan kualitas infrastuktur dasar seperti jalan dan jembatan.
“Kondisi infrastruktur yang masih perlu banyak perhatian dan komitmen kuat pemimpin daerah. Jika jalan bagus dan mantap, maka masyarakat khususnya yang selama ini kesulitan mengangkut hasil perkebunan dan lainnya, dapat merasakan kehadiran pemerintah dengan kualitas jalan yang memadai,” ujarnya.
Afat mengatakan dirinya jika kelak memimpin Sanggau akan memanfaatkan secara maksimal ekonomi rakyat di perbatasan Malaysia Indonesia. Karena Sanggau memiliki kelebihan dimana memiliki border Entikong sehingga punya nilai ekonomis yang tinggi, baik di sektor perpajakan, arus keluar masuk barang dan produk pertanian serta perkebunan,” dan ini seharusnya menjadi pemasukan yang besar bagi pemda, sehingga dana yang masuk baik dari pajak dan lainnya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan daerah, untuk itu Sanggau harus dipoles sedemikian rupa, sehingga ada multi player effect kepada masyarakat, misal hotel dan restauran, juga perdagangan setempat,” pungkasnya.
Odie Krisno













