KEADILAN – Ananda Yudistira (21) warga Jalan Ngalengko, Lorong Tirtanadi, Medan, terpaksa ditembak karena melawan saat akan ditangkap. Begal ini terakhir bereaksi di Jalan Sutrisno, Kelurahan Sei Rengas Permata, Kecamatan Medan Area.
Tersangka dikenal sangat sadis saat bertindak, bahkan pelaku tidak segan-segan melukai korbannya jika melakukan perlawanan. Seperti dilakukannya terhadap Darmaida Sidabutar (49). Akibatnya, korban mengalami sejumlah luka pada tubuhnya hingga tak sadarkan diri, saat mempertahankan tasnya yang ditarik pelaku ketika menumpang becak motor (betor).
Sementara, pelaku langsung kabur membawa tas korban berisi dua unit HP, uang tunai Rp1 juta dan surat-surat penting lainnya. Kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Sat Reskrim Polrestabes Medan yang menyelidiki kasus ini kemudian membekuk satu pelaku bernama Dewan Ramadan (22) warga Jalan Perhubungan, Desa Lau Dendang, Gg. Naga, Kecamatan Percut Sei Tuan, Selasa (9/6) lalu dan kini telah mendekam di tahanan. Dari tersangka, polisi kemudian melakukan pengembangan penyidikan.
“Pada saat dilakukan penangkapan ternyata pelaku AY mempunyai pisau yang disimpan di saku dan berusaha melawan petugas dengan mengacungkannya hingga mengenai anggota. Akibatnya anggota itu mengalami luka sayat pada lengan sebelah kiri,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Minggu (12/7).
Dia mengatakan, melihat tersangka melakukan perlawanan, personel seketika memberikan tembakan peringatan. Namun tersangka Ananda tetap saja menyerang secara membabi buta, sehingga polisi mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak tersangka.
“Selanjutnya pelaku AY dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara namun nyawanya tidak tertolong,” kata Kombes Riko.
Terkait kasus ini, polisi masih memburu dua orang pelaku lainnya. Sebab, selain di Jalan Sutrisno, kawanan jambret ini juga beraksi di lokasi lainnya yakni Jalan Sumatera (jambret HP), Jalan Pasar XI Tembung (curi kaca spion), Jalan Puskesmas (curi kaca spion), Jalan Pasar XII Kampung Kolam (curi spion), dan Jalan Pasar VII Tembung (curi spion).
Di tempat lain, seorang Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Medan Belawan, Ade Irawan (42) dirampok tiga pria bersenjata tajam (bersajam) di Kampung Salam, Kecamatan Medan Belawan, Minggu (12/7).
Akibat perampokan itu, tas berisi satu unit laptop inventaris Panwaslu Kecamatam Medan Belawan berhasil dibawa kabur pelaku.
“Malam itu, kami berhenti sejenak untuk mengenakan mantel, karena hujan deras. Tiba-tiba, mereka datang dan langsung menodongkan pisaunya, karena lokasi gelap kami tidak bisa melawan,” cerita Ade.
Menurut dia, salah satu dari tiga kawanan itu dikenalnya. “Satu dari tiga pelaku itu sangat kukenal saya juga sudah koordinasi dengan kepling dan warga sekitar, pelaku itu tinggal tidak jauh dari Kampung Salam,” ungkapnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Belawan, Inspektur Polisi Satu (Iptu) AR Riza mengatakan laporan korban sudah diterima dan kini sedang dilakukan proses penyelidikan.
“Laporannya sudah kita terima, ciri – ciri pelaku sudah tahu. Anggota di lapangan sedang menyelidiki pelakunya, kita akan lakukan tindakan tegas dan terukur,” pungkasnya.
Frans Marbun









Komentar ditutup.