KEADILAN- Jajaran Polda Sumut kembali menembak mati bandar bandar narkoba jenis sabu-sabu jaringan antar provinsi, Senin (15/6).
Selain menembak mati, polisi juga menangkap tiga orang rekan pelaku dalam keadaan hidup. Dari pelaku, polisi mengamankan 15 kilogram (kg) sabu-sabu. “Tiga orang kita tangkap dalam keadaan hidup dan satu tewas ditembak,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan.
Dia menjelaskan, ketiga pelaku yang ditangkap dalam keadaan hidup itu berinisial KR, HS dan MYN. Sedangkan, pelaku yang tewas berinisial MY. Penembakan ini dilakukan karena pelaku berusaha melawan saat ditangkap. Sehingga, petugas di lapangan terpaksa menembak.
“Ya, pelaku berusaha melawan makanya ditembak. Sedangkan, tiga rekannya ditangkap dalam keadaan hidup,” ujarnya.
Menurut Kapolda, penangkapan itu dilakukan setelah tim Ditres Narkoba Polda Sumut mendapat informasi bahwa ada narkoba sedang dalam perjalanan menuju Aceh, sehingga dilakukan pengintaian.
“Barang haram itu, sedang berada di tangan pelaku yang melintas di Jalan Lintas Sumatera, Besitang, Kabupaten Langkat. Barang haram itu dikirim dua pria berinisial KR dan S menggunakan mobil Toyota Yaris hitam dengan nomor polisi BM 1152 JM. “Dari mobil ini, kita mengamankan 5 kg sabu-sabu yang dikemas dalam bentuk teh China,”sebutnya.
Kemudian, sambung dia, petugas di lapangan kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, dua pelaku lain yakni MYN alias F sedang berada di Jalan Megawati, Kota Binjai mengendarai mobil Kijang Innova hitam dengan BK 1262 AL. Mobil tersebut tampak berlubang bekas tembakan dari samping dan belakang. Dari dalam mobil tersebut lolisi menyita 10 kg sabu-sabu.
“Jadi totalnya ada 15 kg, dari dua lokasi yang berbeda namun satu rangkaian,” pungkas Sormin.
Frans Marbun
Satu dari Tiga Bandar Narkoba Ditembak Mati

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin memberikan keterangan terkait jaringan narkoba antar provinsi. (Frans Marbun)









