KEADILAN- Tim Ahli Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Nurdin Tampubolon mendukung program food estate atau lumbung pangan baru pemerintah pusat. Menurutnya, program tersebut memiliki masa depan pertanian yang jauh lebih baik.
“Setelah saya berbicara dengan Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo), beliau sangat bersemangat bagaimana membangun lumbung pangan di Indonesia. Dan ini Pak Menteri sangat eager untuk bisa menyukseskan dan menjalankan ini,” ujar Nurdin di Jakarta, Senin (15/6/2020).
Nurdin menambahkan, dukungan ini harus didorong korporasi dan masyarakat sekitar Kalimantan Tengah, atau pihak terkait lainnya.
“Kami rasa program ini pantas dan patut didukung oleh semua pihak, termasuk para korporasi dan juga masyarakat di sekitar Kalimantan Tengah agar bisa berpartisipasi membangun lumbung pangan Indonesia, terlebih kita bisa jadi negara terbesar produsen padi atau beras dan lain sebagainya,” katanya.
Perlu diketahui, pada Rabu (10/6) lalu, pemerintah telah menetapkan Kalimantan Tengah sebagai wilayah penerapan lumbung pangan food estate. Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.
Program ini, merupakan program arahan Presiden Joko Widodo untuk menumbuhkembangkan sektor pertanian secara merata. Dengan program ini diharapkan produksi pertanian meningkat drastis sehingga mampu menambah kebutuhan dalam negeri dan pasar ekspor.
Penerapan ini digarap di lahan bekas Pengembangan Lahan Gambut (PLG). Rencananya, area ini akan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Program itu menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024.
Pengerjaannya berlangsung mulai tahun 2020 hingga 2022. Targetnya, pada 2022 mendatang lahan seluas 165.000 hektar itu sudah optimal produksinya.
Selain Kementerian Pertanian, program food estate juga akan digarap oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian BUMN.
Untuk menyukseskan rencana ini, Nurdin berharap ada sinergi pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan. Sehingga tujuan utama dari rencana Presiden Jokowi ini nantinya bisa tercapai maksimal.
“Semoga Pak Menteri dan semua jajarannya, dan sinergitas antara Kementerian Pertanian dengan institusi-institusi lainnya bisa berjalan. Termasuk akademisi, korporasi dan institusi yang bisa mendukung peningkatan produksi pangan Indonesia di mata asing yang berdaya saing internasional,” pungkasnya.
AINUL GHURRI








