KEADILAN – Berdayakan petani dan meminimalisir ketergantungan kepada tengkulak akan bisa lebih mensejahterakan masyarakat petani. Demikian diungkapkan Warisan Sembiring, calon Kepala Desa (Kepdes) Kuta kepar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Tanah Karo, Selasa (13/12/2022).
Tidak dapat dipungkiri, masih tetap termajinalkannya kehidupan di perdesaan dengan mata pencaharian bertani salah satunya karena akses mereka kepada cara pertanian yang lebih baik masih sulit diperoleh. Untuk itu, kehadiran seorang pemimpin dalam hal ini kepala desa yang memiliki visi terhadap pertanian sangat vital.
Bahkan, tidak sedikit generasi muda perdesaan lebih memilih kehidupan tidak pasti di perkotaan. Padahal, dengan mengelola pertanian, hidup mereka akan lebih sejahtera jauh dari kata pemecetan sebagai buruh di perantauan.
Kepada keadilan.id, Warisan Sembiring mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteaan masyarakat perdesaan harus ada yang memotivasi semangat mereka. Selain, itu bantuan alokasi dana desa (ADD) yang digelontorkan pemerintah juga bisa digunakan sebagai bantuan untuk pertanian.
“Kita harus meningkatkan semangat masyarakat untuk bertani dan mengarahkan sebagian dana bantuan ADD untuk pertanian,” kata Warisan Sembiring.
Warisan Sembiring juga mengatakan, generasi muda yang merantau tanpa bekal pendidikan yang mumpuni hanyalah mengandalkan nasib saja. Sementara jika mau gigih dan tekun dalam pengelola pertanian, bisa menumpuhkan pereknomian dan lapangan kerja.

Dijelaskan Warisan Sembiring, informaasi teknologi (IT) saat ini sudah merambah hingga ke desa-desa dan masyarakat, khususnya generasi muda sudah lumayan memahaminya. Namun, keberadaan IT tersebut belum sepenuhnya bisa diaplikasikan dalam pertanian. Untuk itu, dalam programnya Warisan Sembiring salah satunya akan memanfaatkan IT tersebut dalam pemakaian alat-alat pertanian.
“Misalnya, memanfaatkan IT untuk mencari pupuk, fungisida, kompos dan lainnya yang bagus. Kemudian penggunaan alat-alat pertanian seperti traktor, zetor dan mesin-mesin lainnya untuk mengoptimalkan hasil kerka di pertanian,” papar Warisan Sembiring.
Yang tidak kalah penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani adalah meminimalkan atau bahkan menghilangkan tengkulak atau rentenir serta mendekatkan akses petani terhadap pasar.
“Saya juga akan mendorong cara bertani yang aman. Artinya, sekali membuka lahan akan menuai beberapa bibit sehingga menghasilkan beberapa varietas. Dengan demikian, otomatis aman di harga jual,” kata Warisan Sembiring.
Kemudian, “mengurangi rentenir yang datang dari kota ke desa dengan motif ‘anakan’ tapi menyedot pendapatan petani dengan bunga uang yang besar,” kata Warisan Sembiring.
Keberadaan tengkulak atau rentenir ini memang sangat merugikan masyarakat desa. Mereka datang seolah menjadi ‘dewa penolong’ padahal menghisap darah petani dengan bunga pinjaman yang tinggi. Akibatnya, petani terus bergantung dengan hasil pertanian yang haranya diatur oleh para tengkulak.
“Jadi, nanti ada program mengarahkan masyarakat untuk meningkatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES),” kata Warisan Sembiring.
Untuk diketahui, pemilihan kepala desa di Desa Kuta Kepar, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Tanah Karo, akan diselenggaran, Senin (19/12/2022). Sebanyak 421 pemilih akan memilih dua calon kepala desa, yakni petahana dan Warisan Sembiring.
Pemilihan di Desa Kuta Kepar ini bukan untuk membuat perpecahan di antara dua pendukung calon. Sebab, hampir seluruh masyarakat di desa ini bersaudara serta kerabat dekat. Pemilihan kepala desa ini lebih kepada menyatukan kekuatan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Kuta Kepar. Siapa pun kelak yang terpilih akan didukung oleh seluruh komponen masyarakat.
Reporter: Penerus Bonar
BACA JUGA: Warisan Sembiring: Petani Harus Memikirkan Masa Tua













