Keadilan

KEADILAN – Dataran tinggi Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, yang terkenal dengan keindahan dan kesuburan alamnya di penghujung tahun 2022 ini akan melaksanakan pesta demokrasi di tingkat desa. Nyaris 80 persen dari 269 desa yang tersebar di 17 kecamatan, akan melaksanakan pemilihan kepala desa. Salah satunya, Desa Kuta Kepar, Kecamatan Tigapanah.

Desa Kuta Kepar di bagian timur berbatasan dengan Desa Suka (salah satu desa dengan jumlah penduduk terbanyak di Kabupaten Tanah Karo), selatan Desa Ajinembah, barat Desa Salit dan utara dengan Desa Bunuraya. Dengan dengan luas kurang lebih 400 hektar, desa ini terkenal sangat subur.

Pengalaman keadilan.id dalam beberapa kali kunjungan ke Desa Kuta Kepar sangat berkesan. Penduduknya yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani sangat ramah terhadap pendatang. Dengan jumlahpenduduk sekitar 1.000 orang, antarwarga pun sudah saling mengenal dengan baik. Warga di desa yang sejuk ini hingga sekarang masih memegang teguh adat istiadat.

Warisan Sembiring: Petani Harus Memikirkan Masa Tua 1
Warisan Sembiring menanam pohon alpukat.

Warisan Sembiring, kandidat calon Kepala Desa Kuta Kepar kepada keadilan.id mengatakan, termotivasi untuk maju setelah mendapat dorongan dari warga desanya. “Jika nanti warga memilih, maka saya akan menjalankan tugas yang diamanahkan. Saya juga akan berusaha keras melaksanakan semua aspirasi masyarakat yang notabene adalah saudara-saudara saya juga,” kata Warisan Sembiring, Selasa 13 Desember 2022.

Bukan isapan jempol. Sebagai yang lahir dan dibesarkan di desa, Warisan Sembiring yang sudah dikarunia dua putra dan satu putri ini juga dikenal sebagai petani ulet. Selain bertani, Warisan Sembiring yang berjiwa relijius ini juga dikenal sebagai pedagang kerbau antar desa serta memiliki toko jual beli pupuk.

Sebagai generasi muda petani, pria berusia 48 tahun ini mengerti bahwa bertani juga harus memikirkan kehidupan hari tua. Caranya, selain menanam tanaman musiman (cabe, wortel, jagung dan lainnya), ia juga menaman tanaman keras seperti alpukat di ladangnya. “Untuk masa tua,” kata Warisan Sembiring terkait alpukat yang ditanamnya.

Warisan Sembiring: Petani Harus Memikirkan Masa Tua 2
Warisan Sembiring bersama istri.

Jiwa relijius serta tekun berbisnis dimiliki Warisan Sembiring diwarisakan dari mendiang ayahnya, S. Sembiring yang semasa hidupnya merupakan sintua di Desa Kuta Kepar. Sementara, keuletan dalam bertani itu diwariskan N br. Sibulan, ibunda Warisan Sembiring. Bahkan, saat ini istri Warisan Sembiring dipercaya memegang amanat sebagai sintua di Desa Kuta Kepar.

Pilkades Kuta Kepar rencananya akan digelar, Senin 19 Desember. Sebanyak 421 pemilih akan menentukan pilihannya. Pilkades di Desa Kuta Kepar diikuti dua kandidat. Yakni, petahana dan Warisan Sembiring. Terlepas dari siapa yang menjadi pilihan masyarakat, warga Desa Kuta Kepar sejatinya semua adalah saudara. “Apapun hasilnya nanti akan menjadi amanah,” kata Warisan Sembiring.

Reporter: Penerus Bonar

Tagged: , , ,