KEADILAN – Tuntutan mempidanakan mantan Ketua Umum PPP, Suharso Manoarfa, dinilai berlebihan. Termasuk memberhentikannya sebagai Menteri Bappenas terkait ucapan amplop untuk kiai. Demikian pendapat pengamat Politik dan CEO Point Indonesia, Karel Susetyo, menanggapi tuntutan Pemuda Muslim Metropolitan (PMP).
“Pertama, soal isu “Amplop Kyai” jelas itu di desain oleh pihak yang ingin menjatuhkan Suharso Monoarfa,” kata Karel di Jakarta, Sabtu, (24/09/2022).
Alasannya, sambung Karel, pernyataan Suharso itu dilakukan dalam forum terbatas dan tidak lepas kaitannya antara teks dan konteks. Yakni soal pencegahan korupsi di KPK. Apalagi diketahui bahwa video pidato Suharso itu dipenggal-penggal dan akhirnya disebar secara tak bertanggung jawab oleh oknum tertentu.
“Kedua, Suharso Monoarfa sendiri sudah meminta maaf secara terbuka atas pernyataan tersebut. Dan memberi penjelasan kepada publik,” jelasnya.
Ketiga, lanjut Karel, soal pemecatan Suharso Monoarfa dari jabatan Menteri PPN/Bappenas, sangat tak berdasar karena Suharso masih menunjukan kinerja dan performa terbaiknya, apalagi terkait percepatan pembangunan IKN. Oleh karena itu sangat jelas motif sebenarnya dari para pihak yang melakukan kudeta terhadap Suharso, yakni menginginkan jabatan yang sekarang diemban Suharso.
Karel menambahkan, seluruh kader PPP harusnya berpegang pada prinsip “Jasmerah” terhadap sosok Suharso Monoarfa, yakni Jangan sekali kali melupakan sejarah. Bahwa Suharso mempunyai jasa banyak terhadap PPP. Di antaranya menyelamatkan PPP dari kegagalan elektoral pemilu 2019, setelah Ketum PPP Roharmuzy ditangkap OTT oleh KPK.
“Suharso lah yang sebagai PLT Ketum PPP ketika itu turun ke basis konstituen PPP untuk merebut lagi kepercayaan yang telah hilang paska ditangkapnya Roharmuzy. Kerja keras tersebut berbuah hasil, PPP lolos ke Senayan dengan raihan 19 kursi,” tandasnya.
Diketahui, Pemuda Muslim Metropolitan (PMP) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Kamis kemarin, 22 September 2022. Mereka menuntut mantan Ketua Umum PPP sekaligus Menteri Bappenas Suharso Monoarfa untuk diberi hukuman atas ucapannya yang diduga menghina kiai.
Andi selaku pimpinan demo PMP menyebut, diturunkannya Suharso dari jabatan Ketua Umum masih belum cukup atas perbuatannya. Maka, massa aksi pada hari ini membawa dua tuntutan yaitu meminta Polri menindaklanjuti laporan dugaan penghinaan kiai dan menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera memecat Suharso dari jabatan menteri.
Editor: Syamsul Mahmuddin














