KEADILAN – Pulau Pari saat ini menjadi salah satu pulau wisata terfavorit di Kepulauan Seribu. Setiap minggunya, pulau yang berjarak dua jam dari Utara Jakarta ini didatangi ribuan pengunjung.
“Kalau hari kerja, minimal itu 100 orang yang datang. Sementara kalau hari libur itu biasanya lebih dari 2.000 pengunjung,” ujar Mole, penduduk Pulau Pari, Kamis (15/6/2023).
Bahkan kata dia, saat libur panjang, jumlahnya pengunjung bisa melebihi kapasitas penginapan di sana. “Di sini jumlah maksimalnya itu menampung 3.000 orang. Nah, kalau libur panjang sering tidak tertampung pengunjugnya,” imbuhnya.

Mole menjelaskan, wisata di Pulau Pari hampir sepenuhnya dikelola oleh warga setempat. Ia sendiri, merupakan salah satu warga yang menyediakan tempat penginapan, sepeda, dan jasa wisata snorkling di Pulau Pari.
“Untuk pantainya, itu cuma dipungut uang retribusi saja. Jadi, kebersihan dan lainya lah gitu,” jelas Mole.
Sementara, imbuhnya, pemerintah membantu mereka dengan menyediakan dermaga. “Kalau pemerintah kan bantu buat dermaga. Mereka cuma ambil retribusi saja dari tiket. Itu dari Dinas Perhubungan). Sedangkan yang lainnya, dikelola warga,” paparnya.
Menurut Mole, saat ini kekurangan Pulau Pari hanyalah di jalan setapaknya. Apabila jalan yang terbuat dari konblok itu diperbaiki sedikit, Mole yakin pulau tempat tinggalnya akan jadi lebih indah.

Petugas Dishub Kepulauan Seribu, Irwan Sijabat membenarkan bahwa pengunjung Pulau Pari mencapai ribuan orang di tiap minggunya. Untuk itu, ia mengimbau kepada pengunjung untuk mengutamakan keselamatan.
“Ini kalau Sabtu atau Minggu bisa ribuan. Ramai di sini. Jadi, selalu utamakan keselamatan. Selain itu, kebersihannya kalau bisa dijaga. Kita jaga laut kita,” pungkasnya.
Irwan menambahkan, selain menyediakan dermaga, Dishub juga menyediakan kapal yang bisa dinaiki oleh pengunjung untuk pulang-pergi ke Pulau Pari.
Reporter: Charlie Tobing
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Pesona Pantai Pulau Pari












