Buku Legacy Olly Dondokambey Diluncurkan, Puan Soroti Kepemimpinannya

KEADILAN– Sembilan tahun perjalanan Olly Dondokambey memimpin Sulawesi Utara dirangkum dalam buku berjudul Menjaga Nyiur Tetap Melambai, Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016–2025.

Buku setebal 168 halaman itu resmi diluncurkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Kompleks Gedung Kompas-Gramedia, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Karya tersebut merekam perjalanan, gagasan, kebijakan hingga capaian Olly selama dua periode menjabat Gubernur Sulawesi Utara bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw.

Buku dikemas dengan visual berwarna dan mengangkat nilai yang menjadi pijakan perjalanan Olly. Di antaranya semangat Dedication of Life Bung Karno serta falsafah pahlawan nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou.

Sebelum terjun ke politik, Olly mengawali karier dari dunia bisnis. Ia kemudian menjadi anggota DPR RI pada 2004–2015 sebelum memimpin Sulawesi Utara sejak 2016.

Selama masa kepemimpinannya, pemerintah daerah mendorong berbagai agenda pembangunan, termasuk infrastruktur, konektivitas transportasi, kawasan ekonomi, pertanian dan layanan kesehatan.

Sulawesi Utara juga dikembangkan sebagai pintu gerbang Indonesia menuju kawasan Pasifik. Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang dan peningkatan kemudahan layanan keimigrasian menjadi bagian dari strategi tersebut.

Tak hanya pembangunan fisik, kepemimpinan Olly juga dikaitkan dengan upaya menjaga toleransi dan kerukunan masyarakat di Sulawesi Utara.

Puan Ungkap Sisi Sederhana Olly

Peluncuran buku sekaligus diisi dengan sesi bedah buku yang menghadirkan sejumlah tokoh. Di antaranya Olly Dondokambey, Prof. Arief Hidayat, J. Osdar, serta Paulus Tri Agung Kristanto sebagai moderator.

Buku Legacy Olly Dondokambey Diluncurkan, Puan Soroti Kepemimpinannya 2

Ketua DPR RI Puan Maharani turut hadir bersama sejumlah tokoh nasional. Antara lain anggota DPR Yasonna Laoly, politisi senior PDI-P Panda Nababan, anggota DPR Fraksi Golkar Misbakhun, Ketua BPK RI Isma Yatun, dan Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia Fahri Hamzah.

Hadir pula tokoh masyarakat Sulut Theo L Sambuaga, dan sejumlah pejabat Sulut.

Dalam kesempatan tersebut, Puan menyoroti karakter Olly yang menurutnya lebih banyak menunjukkan kepemimpinan melalui kerja nyata.

Puan juga mengenang pertemuannya dengan Olly ketika dirinya baru menjadi anggota DPR RI pada 2009. Saat itu, Olly disebut menjadi salah satu senior yang memberikan arahan kepadanya.

“Saya waktu itu masih anak bawang. Saya banyak bertanya kepada Don termasuk Pak Panda Nababan yang biasa saya panggil Om,” kata Puan.

Puan mengaku membutuhkan waktu cukup panjang untuk memahami gaya komunikasi Olly yang singkat.

“Saya juga bingung. Sampai akhirnya sekarang itu saya udah tahu kalau Pak Olly ‘Hmm’ itu, Dan Pak Olly juga paham kalau saya, ‘Gini gini gini gini?’ ‘Iya,’ gitu. Itu perlu waktu kurang lebih 10 tahun sampai kita tuh bisa memahami, saling-saling memahami. Bayangkan,” ujar Puan.

Puan juga menceritakan pengalaman ketika bersama Olly meninjau korban banjir bandang di Manado pada 2014. Menurut dia, Olly menunjukkan kepemimpinan dengan langsung turun menemui masyarakat terdampak.

Puan: Hidup Tidak Boleh Berhenti

Puan menilai judul buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai sesuai dengan karakter Olly yang dinilainya tetap aktif setelah tidak lagi menjabat sebagai gubernur.

“Saya melihat judul bukunya Menjaga Nyiur Tetap Melambai, ya itu cocok sebenarnya dengan Pak Olly. Bahwa sampai hari ini pun Pak Olly itu tetap menjaga agar nyiur tetap melambai dengan segala aktivitas yang beliau lakukan,” ujar Puan.

Ia mencontohkan berbagai aktivitas Olly yang menurutnya menunjukkan kesederhanaan dan produktivitas.

“Sebentar-sebentar kirim foto lagi mengupas kelapa, lagi mengambil semangka, lagi mengambil ikan mas. Intinya hidup itu tidak boleh berhenti, harus selalu bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Puan juga menyinggung capaian Sulawesi Utara di sektor pariwisata, termasuk penghargaan The Rising Destination of the Year 2019 yang diraih berkat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara.

Menurut Puan, pembangunan Sulawesi Utara tidak hanya berbicara soal infrastruktur. Kerukunan antarumat beragama juga menjadi bagian penting dari warisan kepemimpinan Olly.

“Saya bisa lihat orang Islam, orang Kristen, semua orang bisa kumpul dalam satu acara, mukanya ceria, tidak dibedakan juga oleh warna (partai),” tegas Puan.

Ia menilai semangat tersebut mencerminkan nilai kebangsaan yang seharusnya terus dirawat.

“Harusnya itulah Indonesia. Sebagai pemimpin, kita tidak bisa bicara siapa saya, tapi kita siapa Indonesia. Kita harus selalu bergotong-royong untuk Indonesia,” tegasnya.

Olly Sampaikan Terima Kasih

Olly Dondokambey dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan Sulawesi Utara selama dirinya menjabat.

Buku Legacy Olly Dondokambey Diluncurkan, Puan Soroti Kepemimpinannya 3

Ia menyampaikan terima kasih kepada rekan sejawat, kepala daerah serta jajaran pemerintah pusat yang ikut berkontribusi dalam berbagai program pembangunan.

Bagi Sulawesi Utara, buku Menjaga Nyiur Tetap Melambai tidak hanya menjadi dokumentasi perjalanan politik Olly Dondokambey.

Buku tersebut menjadi catatan mengenai gagasan, kebijakan dan pengabdian selama sembilan tahun kepemimpinannya, sekaligus merekam berbagai warisan yang ditinggalkan bagi Sulawesi Utara.