Kembali Merampok, Napi Asimilasi Ditembak Polisi

KEADILAN – Seorang perampok sadis terpaksa ditembak Tim Khusus Pidana Umum (Timsus-Pidum) Polrestabes Medan karena melakukan perlawanan saat proses penangkapan, di Jalan Perhubungan Desa Lau Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (11/6). Tersangka merupakan residvis yang baru menjalani proses asimilasi atas kejahatan yang pernah dilakukannya.
“Kita terpaksa melakukan penembakan terukur, karena pelakunya melawan saat ditangkap,”kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar kepada wartawan.
Tersangka, sambung dia, diketahui bernama Dewan Ramadan (22). Saat ini sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Medan karena kaki sebelah kanannya mengalami luka tembak.
“Korban bernama Darmaida Sidabutar (49) warga Jalan MJ Manurung Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, saat itu pelaku menarik tas korban saat menumpang becak bermotor (Betor), hingga terjatuh dan sempat terseret saat melintsa di Jalan Sutrisno, Medan,”ujarnya.
Dia (pelaku), masih kata Ronny, saat melakukan aksinya tidak menggunakan otaknya dan tidak perduli pada kondisi korban. “Pelaku ini sangat sadis, coba bayangin andaikan korban itu ibu atau kerabat kita sendiri, terseret di aspal hingga luka-luka dan sempat pingsan. Sudah begitu, melawan pula saat ditangkap,”sebutnya.
Meski begitu, masih kata dia, pelaku dengan entengnya kabur membawa tas korban berisi 2 unit HP, uang tunai Rp1 juta dan surat-surat penting milik keluarga korban. “Setelah menerima laporan korban, Timsus kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa kamera CCTV lalu menangkap satu pelakunya, ternyata seorang residivis dan juga eks napi asimilasi,”terangnya.
Untuk diketahui tersangka sudah dua kali masuk penjara, pertama tahun 2017 atas kasus pencurian spion. Kemudian tahun 2018 atas kasus perampokan dan bebas lewat program asimilasi.
Frans Marbun