KEADILAN – Ketua Dewan Penasihat DPW Masyarakat Pendukung Ganjar Sumatera Utara (MPG Sumut) Panda Nababan menegaskan untuk melawan politik identitas. Sebab kata dia, hal tersebut dapat menimbulkan perpecahan.
Panda menjelaskan, sebenarnya politik identitas adalah hal yang positif. Tetapi sering kali dimanipulasi.
“Saya Batak, identitas saya Batak, apa yang salah? Menjadi masalah ketika saya dipojokkan, jangan pilih Panda karena dia Batak. Itu yang salah” katanya di acara Rapat Kerja dan Konsolidasi DWP Sumut di Hotel JW Marriott Medan, Jumat (28/4/2023).

Menurutnya, politik identitas yang seperti itu menghianati kebhinekaan tunggal ika. Untuk itu Panda meminta agar masyarakat kritis.
Kemudian soal perjalanan di internal PDI-Perjuangan hingga akhirnya mengusung Ganjar sebagai capres, Panda mengatakan telah melalui proses yang panjang.
“Ganjar ini ditempa, dihajar. DPD Jawa Tengah hantam dia. Tetapi seperti yang dikatakan Adian Napitupulu, belum resmi diusung, dia sudah dapat 26 persen. Sekarang sudah diusung resmi, melejit,” ungkap politisi senior PDIP itu.
Ditambah lagi dengan kinerja Presiden Joko Widodo selama ini. “Presiden Jokowi ini tidak korupsi, tidak KKN, betul-betul merakyat dan itu sangat dicintai,” imbuhnya.
Karena itu Panda yakin, saat ini rakyat sudah tahu siapa yang harus dicintai.
Namun begitu, dalam pidatonya Panda sempat memberikan wejangan kepada MPG Sumut. Dalam memenangkan Ganjar di Pilpres 2024, ia mengajak MPG Sumut untuk mengenali kelebihan dan kekurangan mereka, siapa kompetitornya, serta peluangnya.
Ia mengatakan, kelemahan yang terjadi pada relawan biasanya konflik-konflik dengan partai, tidak seiring, dan tidak sejiwa. Harusnya persaingan di lapangan, sama sekali tidak perlu.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sekertaris DPD PDI Perjuangan Sumut Sutarto. Menurutnya relawan adalah suatu spirit motivasi untuk bersama-sama memenangkan Ganjar.
“Untuk memenangkan Ganjar dari sisi struktur partai saja tidak cukup. Maka keberadaan relawan akan mendapatkan tempat yang terhormat di dalam pemenangan Ganjar di Sumut,” tegasnya.
Reporter : Charlie Tobing
Editor : Darman Tanjung













