Medan Tak Aman, Preman Makin Menggila

KEADILAN- Komitmen Kapolda Sumatera Utara dalam pemberantasan premanisme dan tindak kejahatan patut dipertanyakan. Hal ini terlihat seiring meningkatnya aksi kejahatan di beberapa wilayah di Sumut.

“Komitmen Pak Kapolda dalam pemberantasan premanisme patut dipertanyakan kembali, sebab kejahatan semakin hari semakin meningkat. Peredaran narkoba hingga tawuran antar kelompok di siang hari bisa terjadi,” kata G Banjar Nahor, aktivis pegiat media sosial kepada Keadilan.idi, Rabu (19/8).

Bahkan, kata dia, keamanan di Sumut saat ini bisa dikategorikan darurat. “Sepertinya sumut saat ini sedang darurat keamanan. Beberapa waktu lalu, dua orang wartawan di hadang preman di Sibolga saat melakukan investigasi penggunaan kapal Pukat Trawl dan Pukat Harimau di Tangkahan, Al Rashid, Kota Sibolga,” ujarnya.

Ironisnya, sambung Nahor, para preman saat ini sudah memiliki senjata. Hal ini berbanding terbalik dengan jargon Kapolda. “Aneh, Kapolda angkat parang sementara preman angkat senjata. Dunia ini sudah terbalik,” sebutnya.

Tidak hanya itu, dua kelompok pemuda sempat menjadi tontonan yang menakutkan di seputaran Jalan Brigjend Katamso, Medan. Sebab, kedua kelompok pemuda ini terlibat bentrokan dan saling mengacungkan klewang. Akibatnya, warga pengguna jalan dan warga sekitar lokasi tawuran juga ketakutan.

Terkait bentrokan pemuda di Medan, Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Ainul Yaqin mengatakan, tiga orang pelaku sudah ditangkap. Ketiga pelaku yang masih berstatus pelajar itu yakni Suwari (17), Juan Felix (17) dan Andrean (15).

Sebelum diamankan, para anggota geng motor tersebut terlibat baku hantam dangan warga setempat. Mereka membawa bambu berukuran panjang dan juga melempari para pengguna jalan dengan batu.

Franzul M Sianturi