KEADILAN – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tak ragu mengusut tuntas kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua Lukas Emenbe. Lembaga antirasuah tersebut diminta bekerja sama dengan penegak hukum lainnya dalam menuntaskan kasus itu.
“KPK harus mengajak Brimob dan TNI (untuk menangani kasus),” ujar Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Senin (19/9).
Dinilai Boyamin, KPK membutuhkan dukungan dari dua alat negara tersebut untuk mengantisipasi adanya respons buruk dari simpatisan Lukas. Karena, KPK tidak boleh mengalah dalam mengusut sebuah kasus korupsi. “Hukum tidak boleh kalah dengan tekanan massa,” lanjutnya.
Diketahui, KPK telah menetapkan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagi tersangka. Lukas dijerat KPK berdasarkan laporan dari masyarakat terkait penyalahgunaan wewenang oleh kepala daerah.
Reporter : Chairul Zein
Editor : Syamsul Mahmuddin









