KEADILAN – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat (Jabar), Dr. Asep N Mulyana, melantik 10 pejabat eselon dua dan tiga jajaran Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat, Rabu (09/03/2022), di Bandung. Satu Wakil Kajati (Wakajati), enam Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan tiga kordinator di Kejati Jawa Barat.
Wakajati yang dilantik adalah Didi Suhardi SH. Enam Kajari adalah Rachmad Vidianto (Kajari Kota Bandung),
Sugeng Sumarno (Kajari Kabupaten Bandung),
Mia Banulita (Kajari Depok),
Ajie Prasetya, (Kajari Indramayu),
Dudi Mulyakusumah (Kajari Kuningan), dan Erny Veronica Maramba (Kajari Ciamis). Sementara itu tiga kordinator yang dilantik adalah Daniel De Rozari, Sandi Rozali Nursubhan, dan Asvera Primadona.
Dalam pelantikan tersebut, Kajati Jabarkajati Jabar memberikan beberapa arahan. Diantaranya adalah pelantikan ini sebagai langkah besar dalam penyegaran organisasi di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.
“Pelantikan, penyumpahan dan serah terima tidak sekadar sebuah rutinitas dan kegiatan seremonial belaka, tapi lebih dari itu sebagai pengingat bahwa tugas maupun jabatan yang diterima dan diserahkan adalah merupakan sebuah kepercayaan yang membawa konsekuensi tanggung jawab untuk diemban dan dilaksanakan sebagai sebuah amanah yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan baik, diimbangi dengan kerja keras penuh kesungguhan, ketulusan, keikhlasan, kecintaan dan kejujuran agar tidak ternodai dan dicederai,” ujar Kajati Jawa Barat.
Kajati Jawa Barat juga meminta pejabat yang dilantik mengenali, memahami dan mengerti apa yang menjadi lingkup tugas yang akan dijalankan dan dihadapi. “Jabatan bukanlah kalkulasi menghitung untung rugi, melainkan sebuah amanah, kepercayaan dan juga kehormatan yang harus dijalankan dengan tulus, dengan baik dan penuh kesungguhan, menggunakan pikiran, ide-ide kreatif, dan inovatif guna mencapai hasil terbaik yang dapat membawa manfaat nyata,” tambah Kajati lagi.
Asep N Mulyana mengingatkan pesan penting Proklamator Ir. Soekarno. Isi pesannya, ‘Barangsiapa yang ingin memiliki mutiara harus ulet menahan napas dan berani terjun menyelami samudra yang sedalam-dalamnya’.














