KEADILAN- Belasan karyawan Diskotik Bosque mengaku hilang kesabaran karena manajemen perusahaan tak kunjung membayarkan gajinya. Mereka pun menempeli dinding diskotik itu seolah disegel
“Kalau mereka (manajemen) manusia, tidak mungkin menilap gaji kami. Sebab itu keringat kami, hak kami, manajemen harus membayar jasa dan tenaga kami,” kata Reza, salah satu karyawan yang ikut dalam aksi.
Menurut dia, selama bekerja sebagai karyawan di Diskotik tersebut banyak hal yang sudah dilakukan di luar tanggung jawabnya sebagai pekerja.
“Ibarat pepatah, habis manis sepah dibuang. Setelah kami bekerja, kami dibuang begitu saja. Ini tak manusiawi,” ujarnya.
Kami, jelas Reza, terpaksa menyegel gedung diskotik tersebut sampai manajemen membayarkan gajinya. Sampai ada etikad baik dari manajemen, maka gedung ini untuk sementara kami segel dan tak bisa beroperasi sampai hak kami dibayarkan,” sebutnya.
Para karyawan itu juga meminta, pihak kepolisian segera mengembalikan uang manajemen yang ‘digondol’ saat lokasi itu digerebek beberapa waktu lalu. “Pak Daud Sagala selaku owner Bosque mengatakan, kalau gaji kami sebenarnya sudah diserahkan ke polisi saat lokasi itu di gerebek. Itu artinya, kami tak dapat gaji karena Polisi ‘menggondolnya’ benar atau tidak, hanya polisi, Pak Daud dan Tuhan yang tahu,” ungkapnya.
Yang pasti, masih kata dia, jika salah atau tidaknya ucapan para karyawan itu tergantung Polisi menilainya. Sebab, jika benar gaji karyawan itu ‘digondol’ maka perbuatan itu telah mencoreng nama baik institusi penegak hukum. Jika tidak benar, semestinya polisi bertindak, setidaknya memanggil atau memeriksa owner Bosque.
“Kalau Polisi diam saja meskipun telah dituduh ‘menggondol’ gaji karyawan, berarti tudingan itu benar. Tetapi, jika tidak benar maka langkah hukum harus dilakukan,”terangnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi ketika dikonfirmasi mengaku pihak-pihak terkait yang merasa dirugikan dalam kasus itu diminta untuk segera melaporkannya. “Silahkan laporkan tudingan itu,” katanya singkat.
Namun, Wahyudi memilih bungkam saat ditanya langkah hukum yang akan dilakukan polisi terhadap owner diskotik bosque.
Terpisah, Dira selaku Asisten Manajer Diskotik Bosque kepada keadilan.id mengakan, manajemen diskotik sudah berubah.
“Manajemen kita sudah berubah, bukan lagi Pak Daud, tetapi saya tidak tahu siapa penggantinya,”kata Dira dengan singkat.
Marulitua Tarigan, Frans Marbun










