Era Baru Kota Sibolga, Penantang Baru Tanpa Parpol

KEADILAN – Mantan Rekrot Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Achmad Reza Siregar menyebut ada setitik harapan untuk perubahan bagi daerah yang melakukan perhelatan pemilihan kepala daerah (Pilkada) .

“Ada 23 Kabupaten/Kota di Sumut ini yang melakukan Pilkada. Namun, sebahagian besar daerah ini mengusung calonnya berasal dari Parpol,” katanya, Minggu (2/8).

Ini, sambung Reza, panggilan akrab Achmad Reza Siregar, berada pada status quo. Sebab, berdasarkan sejarah perpolitikan di Sumatera Utara (Sumut) para calon yang diusung oleh Parpol kecenderungan memiliki permasalahan yang unik. Salah satu contohnya adalah Kota Medan.

“Saya sebut itu Pilkada status Quo karena para calon kepala daerahnya diusung oleh Parpol. Menurut saya itu sangat menggelitik. Sebab, belum ada contoh yang baik ditunjukkan oleh Calon Kepala Daerah yang diusung oleh Parpol,” ujarnya.

“Mengapa saya contohkan Kota Medan? Sebab, sudah tiga kali Walikota Medan diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi. Siapa saja Walikota Medan yang diciduk KPK Karena Korupsi? Abdillah, Rahudman Harahap dan terakhir Dzjulmi Eldin,dalam bahasa sepak bola disebut hatrick,” ungkapnya.

Karenanya, masih kata dia, jika ada calon bupati/walikota yang berani maju secara independen, patut didukung oleh semua pihak. Sebab, para calon yang diusung oleh Parpol itu biasanya seperti kata pepatah, bagaikan lembu yang ditusuk hidungnya.

“Ini yang terjadi, salah atau tidaknya ucapanku ini, silakan masyarakat yang menilai. Tetapi, sebagai warga biasa wajar saya menilainya seperti itu karena memang faktanya begitu. Lihat saja Gatot Pujo Nugroho yang diusung Parpol jadi sapi perahan kan? Hasilnya masuk penjara semua,” sebutnya.

Nah, tambah dia, Kota Sibolga yang salah satu pasangan calonnya berasal dari independen patut didukung oleh semua pihak jika ingin perubahan.

“Saya kira, Ahmad Sulhan Sitompul dengan Edrward Siahaan yang berani maju dari independen itu sangat luar biasa. Artinya, ketika nanti menang, maka tidak ada bargaining dengan Parpol tertentu. Tetapi bertanggung jawab langsung dengan masyarakat,” terangnya.

Frans Marbun

Index