DPR Dorong Bentrok TNI dan Brimob di Sorong Diselidiki Lebih Dalam

KEADILAN – Komisi I DPR mendorong kepolisian melakukan penyelidikan mendalam kasus bentrokan anggota TNI AL dan anggota Brimob di pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya.

“Maka itu saya menyerukan ada penyelidikan yang dalam akan permasalahan ini sehingga dapat diselesaikan dengan baik,” ujar anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono melalui keterangannya, Selasa (16/4/2024).

Dave mengatakan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu penyebab bentrokan tersebut agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari.

“Kami pelajari dan dalami lebih dahulu sebab dan penyebabnya, apa yang memicu kericuhan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Dave menekankan bahwa bentrokan antaraparat di wilayah rawan konflik seperti Papua Barat Daya semestinya dihindari, sebab tengah menghadapi musuh bersama.

“Konflik antara aparat itu tidak boleh terjadi, apalagi di wilayah yang semestinya ada musuh bersama,” tuturnya.

Seperti diberitakan, bentrokan antara anggota TNI AL dan anggota Brimob terjadi di ruang tunggu keberangkatan Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (14/4/2024) pagi.

Bentrokan antara anggota TNI AL Marhanlan XIV/Sorong dan anggota Brimob Polda Papua Barat Daya itu mengakibatkan 5 personel mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan.

Kapolda Papua Barat Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan bahwa perselisihan itu terjadi karena kesalahpahaman. Dia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan TNI AL atas insiden tersebut.

Permohonan maaf itu disampaikan Johnny dalam konferensi pers yang berlangsung di Polresta Sorong pada Minggu malam, yang turut dihadiri Pangkoarmada III Sorong, Danpasmar III, Danlantamal XIV Sorong, Danrem 181 PVT, KSOP Sorong, serta para PJU Koarmada III dan Polda Papua Barat.

Reporter: Odorikus Holang
Editor: Penerus Bonar

BACA JUGA: Bantah Pertemuan Mega-Jokowi, Hasto: Tokoh Bertemu Megawati Hanya Bervisi Merawat Bangsa

Posting Terkait

Jangan Lewatkan