Begini Pengakuan Sopir Pinangki

KEADILAN- Sopir terdakwa Pinangki Sirna Malasari, Sugiarto dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Pantauan Keadilan, sebelum menjalani persidangan, Pinangki kembali mengenakan rompi tahanan Kejagung berwarna pink. Dia datang dengan tangan diborgol

Dalam kesaksiannya, Sugiarto menjadi sopir Pinangki sejak 2011, atau saat Pinangki masih bersama suami pertamanya almarhum Djoko Budiharjo.

Sugiarto menyatakan bahwa dirinya pernah beberapa kali diminta untuk menukar uang valas di Tritunggal Money Changer, Blok M Plaza.

“Sering, terdakwa bilang ‘Mas, ini ditukar buat pembayaran mobil nanti sisanya kasih ke saya lagi,” kata Soegiarto menirukan ucapan Pinangki, saat menjadi saksi Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Selain itu, kata Soegiarto, penukaran uang valas tersebut dilakukan atas nama dirinya beserta nomor teleponnya.

“Penukaran valas, ratusan juta, puluhan juta juga pernah,” ungkapnya.

Dia menambahkan, uang tersebut langsung ditransfer usai menukar uangnya di money changer yang digunakan untuk membayar kredit mobil Alphard, Mercy, dan BMW.

“Kalau pembelian beliau (Pinangki) sendiri. Kami dengan beliau sekeluarga ke showroom, pameran. Di situ beliau menyampaikan mau beli,” ujarnya.

“Selang beberapa hari baru beliau minta tukar valas untuk pembayaran. “Mas ini tukar nanti bayar untuk BMW”. Kalau nggak salah 3 kali untuk pembayaran BMW tersebut,” imbuhnya.

Dia pun mengakui bahwa dirinya pernah mengantar Pinangki ke Bandara Soekarno-Hatta. Dia mengantar Pinangki ke Terminal 3 dengan tujuan mancanegara.

Saat itu, kata Soegiarto, Pinangki pergi sendirian dengan membawa satu buah tas koper.

“Kalau enggak salah itu pagi. Dari apartemen. Terdakwa pergi sendiri membawa tas koper. Turun di terminal mancanegara itu terminal 3. Sampai di boarding itu enggak ada temannya. Saya menemani karena mengurus bagasi,” kata Sugiarto.

Sugiarto menambahkan bahwa dirinya turut diminta menjemput Pinangki setibanya kembali di Indonesia.

“Jemput. Kalau enggak salah sore. Yang kedua kurang lebih begitu,” sambungnya.

Selain ke Bandara Soekarno-Hatta, Sugiarto selaku sopir juga kerap mengantar ke Pasific Place di kawasan Jakarta Selatan.

Bahkan Sugiarto mengaku kenal dengan seorang pengusaha bernama Rahmat dan Andi Irfan Jaya.

Ia pernah melihat Rahmat di Pasific Place dan di Bandara Soekarno-Hatta bersama Pinangki pada saat kepulangannya.

Sementara Andi Irfan dikenalnya saat mengantar Pinangki makan siang di Pasific Place, Darmawangsa, dan Senayan City.

Dia mengutarakan, Andi dengan majikannya hanya sebatas pertemanan. Bukan terkait hubungan pekerjaan atau rekan bisnis.

“Teman beliau (Andi Irfan) hanya pertemanan. Bisnis setahu saya enggak, hubungan pekerjaan enggak tahu,” ujar Sugiarto.

AINUL GHURRI

Posting Terkait

Jangan Lewatkan