Asosiasi Pengusaha Walet Bentuk Forum Komunikasi Bersama

KEADILAN – Perkumpulan Pengusaha Komoditas Sarang Burung Walet Indonesia (PP KSBWI) menggelar acara hari jadi mereka yang ke 5 di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (5/3/2022). Dalam acara tersebut, para pengusaha walet mendeklarasikan pembentukan Forum Komunikasi Pengusaha Burung Walet.

Ketua PP KBSWI Panda Nababan dipilih secara aklamasi sebagai ketua forum. Ia mengatakan, terbentuknya forum itu diharapkan dapat mengkordinir para pebisnis burung walet dan mempermudah bisnis walet di Indonesia, dan meningkatkan ekspor sarang burung walet.

“Terus terang saja, dengan adanya ekspor walet ini meningkatkan penerimaan devisa negara, demikian juga pajak dan lapangan kerja,” ujar Panda di acara tesebut.

Ia menjelaskan, pada acara yang digelar hari ini saja, 100 orang dari Tiongkok datang, dan banyak dari mereka yang menjadi pembeli. Kemudian, ada juga pebisnis walet dari Thailand dan Malaysia.

“Jadi kita menggalang komunikasi yang baik dengan mereka,” imbuh Panda Nababan.

Selain itu, adanya forum komunikasi juga akan meningkatkan keterlibatan petani walet. “Saya sendiri sudah berhubungan dengan Menteri UMKM Pak Teten Masduki agar mereka (petani walet) bisa dimasukan dalam UMKM,” lanjutnya.

Deklarasi pembentukannya forum itu sendiri ditandatangani oleh lima ketua asosiasi pengusaha walet. Mereka adalah Ketua Asosiasi Peternak Pedagang Sarang Walet Indonesia (APPSWI) Achmad Wahyuddin, Ketua Perkumpulan Pengusaha Sarang Burung Indonesia (PPSBI) Boedi Mranata, Ketua Perkumpulan Esportir Komoditas Indonesia Tiongkok (PEKIT) Mulyanto, Ketua Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara ( PPSWN) Daniel Thong, dan Panda Nababan sendiri.

“Di Indonesia sendiri, ini pertama kalinya kelima asosiasi itu bergabung. Nanti setiap tahun ketuanya ganti,” lanjut Panda.

Adapun proses penandatanganan deklarasinya disaksikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hassan, Kepala Badan Karantina Peratanian Bambang, dan para pengusaha walet dari Indonesia, Tiongkok, Malaysia, dan Thailand.

Reporter : Charlie Tobing
Editor : Darman Tanjung

Posting Terkait

Jangan Lewatkan