KEADILAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-V selama tiga hari, 24-26 Mei 2024 di kawasan Ancol, Jakarta Utara.
Di forum rapat tertinggi kedua setelah Kongres ini, Partai berlambang Banteng mata merah ini akan menentukan sikap politiknya, pasca Pemilu 2024.
Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat menyebut partainya akan membuat keputusan yang mengejutkan publik. Ditanya bagaimana sikap dan posisi PDI Perjuangan pasca Pilpres. Djarot menjawab “Tulis saja akan ada kejutan,” ujar Djarot.
Djarot menjelaskan, setidaknya terdapat tiga hal penting yang akan dibahas dalam Rakernas tersebut. Pertama, klaster atau kelompok yang membahas tentang sikap dan posisi PDIP.
Kedua, membahas program kerakyatan yang diperjuangkan oleh PDIP. Terakhir adalah strategi pemenangan partai pada Pilkada 2024.
50 Tahun
Jawaban mengejutkan datang dari Pakar Politik Muhammad Qodari. Harap maklum, pria yang akrab disebut Mister Q ini, saat ini dianggap menjadi orang dekat Jokowi dan Prabowo, setelah mencetuskan Gerakan Pilpres Satu Putaran, pada Pemilu 2024 kemarin.
Ketika ditanya bagaimana hubungan Megawati dengan Jokowi, Qodari mengatakan jauh panggang dari api. Dia pun menyanyikan lagunya Yuni Shara “Sekarang atau lima puluh tahun lagi, apakah ku masih bersamamu…” begitulah dia menggambarkan hubungan Megawati dengan Presiden Jokowi.
Hubungan keduanya lanjut Qodari akan renggang sampai waktu yang akan lama. “Kalau dengan SBY, Megawati tidak mau bertemu selama dua puluh tahun, dengan Jokowi bisa 50 tahun tidak bakal bertemu,”katanya kepada Keadilan.id seusai diskusi wartawan di Hotel Al Jazeerah Gondangdia Jakarta Pusat Selasa malam 21/05.
Statement mister Q ini mengindikasikan bahwa hasil dari Rakernas PDIP yang akan dibuka pada hari Jumat nanti, posisi PDIP sudah jelas berada di luar pemerintahan, atau dengan kata lain PDIP akan menjadi partai oposisi pada pemerintahan Prabowo-Gibran.
Ditanya apakah Presiden Jokowi akan hadir pada Rakernas PDIP Jumat nanti, Qodari menjawab tidak mungkin seorang presiden mau hadir tanpa ada undangan. “Kan sudah diberitakan bahwa PDIP itu tidak mengundang Presiden Jokowi. Bagaimana mau hadir, di undang saja pun tidak,”tandasnya.
Reporter: Junaidi P.Hasibuan
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Sikap Politik PDIP Dalam Pemerintahan Prabowo-Gibran Menunggu Suara DPC dan DPD













