Kemenkes Ingatkan Pariwisata Cegah Corona

KEADILAN – Wisatawan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dunia pariwisata. Namun, akibat adanya wabah virus corona, jumlah kunjungan wisatawan di Indonesia menurun.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto melihat, dalam fenomena ini pariwisata sebagai tantangan bagi pelaku usaha pariwisata khususnya Kementerian Pariwisata untuk mendongkrak wisatawan.

“Wisata harus naik dan kita harus siap,” ujarnya di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (3/3/2020)

Salah satu yang dia minta kepada pelaku perjalanan wisata adalah agar mempersiapkan fasilitas dan alat-alat pencegahan potensinya masuk virus corona.

“Tolong di sana disiapkan tisu basah anti septik, mobil pariwisata juga harus menyiapkan banyak masker, fasilitas hotel yang ada cuci tangannya juga di tambah,” sambungnya.

Selain itu, Yurianto juga meminta kepada seluruh pejabat pemerintah daerah  agar membaca perubahan tentang tren penyakit yang berkembang hari per hari.

“Kita minta pemda harus membaca harian WHO, di dalam sitret itu ada betul. Jadi pemda tidak harus disuapin terus, karena kita sudah meminta bantuan dari beberapa perguruan tinggi untuk upaya pemberdayaan masyarakat,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia turun 7,62 persen pada Januari 2020.

Mereka menyatakan kunjungan wisman menurun dari sejumlah negara, seperti Singapura, Malaysia, Jepang, hingga Australia.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti mencatat, dengan penurunan tersebut jumlah kunjungan wisman hanya sebesar 1,27 juta pada Januari 2020. Jumlah itu lebih rendah dari Desember 2019 sebesar 1,37 juta kunjungan, meski sedikit lebih tinggi dari Januari 2019 sebanyak 1,2 juta kunjungan.

“Dampak corona itu mulai kelihatan signifikan di minggu-minggu terakhir (Januari), meski kami tidak sajikan, tapi ada data mingguannya, beberapa negara alami penurunan akibat pengaruh corona, meski secara total masih ada kenaikan,” ujar Yunita, Senin (2/3/2020).

Ainul Ghurri