KEADILAN – Cokelat adalah salah satu makanan yang paling disukai. Tanggal 7 Juli, setiap tahun banyak dirayakan masyarakat khususnya di Eropa sebagai hari Cokelat Sedunia. Hal ini terkait dengan ketika cokelat pertama kali diperkenalkan di Eropa tahun 1550. Ide merayakan Hari Cokelat Sedunia oleh para pecinta cokelat baru dimulai tahun 2009.
Di Amerika Hari Cokelat Nasional diperingati setial tanggal 28 Oktober sebagai penghargaan kepada perusahaan perusahaan industri cokelat Amerika. Mereka juga merayakan Hari Cokelat Internasional setiap tanggal 13 September yang sengaja dipilih bertepatan dengan hari ulang tahun pengusaha cokelat Amerika terkenal.
Apapun ceritanya, perayaan cokelat lebih kepada cara untuk bersenang-senang menikmati cokelat bersama teman atau keluarga sekaligus mempelajari sejarah dan menghargai para petani cokelat dan mereka yang berusaha di bidang per-cokelatan.
Cokelat yang kita konsumsi berasal dari biji Kakao yang diperoleh dari tanaman cokelat Theobroma Cacao yang berasal dari Mesoamerika (kawasan kebudayaan kuno dari Meksiko Tengah hingga Amerika Tengah) dan Amerika Selatan. Cokelat sudah dikonsumsi selama 4.000 tahun oleh bangsa Olmec, Maya dan kekaisaran Aztec.
Mereka mengolah biji cokelat dengan memanggang dan menumbuknya lalu meramu bubuk biji cokelat menjadi minuman pahit dengan memberi rempah yang terdiri dari cabai, vanili, annatto, bunga magnolia dan madu liar. Minuman tersebut dipercaya sebagai obat penghilang lelah dan mengatasi gangguan pencernaan. Hanya kaum bangsawan yang mengkonsumsi minuman itu. Minuman cokelat juga digunakan dalam ritual keagamaan mereka.
Setelah kekaisaran Aztec dikalahkan, konon seorang penjelajah Spanyol bernama Erman Cortes membawa pulang biji cokelat dan mempersembahkannya kepada raja. Pada awalnya, coklat disajikan dalam bentuk minuman di Eropa dengan rasa yang jauh berbeda dengan minuman coklat yang dikenal saat ini. Waktu itu coklat disajikan hangat dengan campuran kayu manis dan gula tebu. Kemudian mereka mulai mencampurnya dengan susu dan vanilla. Karena mahal, minuman cokelat hanya dikonsumsi kaum bangsawan dan orang kaya.

Tahun 1828 seorang ahli kimia Belanda Coenraad van Houten membuat bubuk cokelat halus dengan menciptakan mesin yang dapat memisahkan lemak kakao dari biji kakao panggang. Ciptaannya menjadi cikal bakal produksi cokelat yang dikenal saat ini. Keberhasilannya tersebut membuat harga cokelat bubuk lebih terjangkau.
Cokelat batangan baru mulai diproduksi tahun 1847 oleh sebuah perusahaan Inggris dengan mencampurkan bubuk kakao dengan lemak cacao dan gula yang bisa dimakan dan lumer di mulut. Selanjutnya industri cokelat terus berkembang menjadi seperti yang ada sekarang.
Dilansir dari Kompas.com, tanaman cokelat (kakao) mulai masuk ke Indonesia tahun 1560, dibawa bangsa Spanyol melalui Filipina ke wilayah Minahasa, Sulawesi Utara. Budidaya kakao secara luas baru dikembangkan pemerintah kolonial Belanda tahun 1880-an. Setelah masa kemerdekaan, perkebunan tersebut dinasionalisasi dan mulai dikembangkan menjadi salah satu komoditas perkebunan terbesar di tanah air.
Dilansir dari Indonesia-Investment.com, Indonesia saat ini menduduki posisi ke-7 penghasil biji kakao terbesar dunia. Namun, dibandingkan dengan posisi Pantai Gading di urutan pertama, jumlah yang dihasilkan Indonesia kurang signifikan. Diperkirakan Indonesia hanya memproduksi 160,000 ton di tahun 2023-2024 yang artinya hanya menyumbang 3.66 persen terhadap produksi global sebesar 4.382.000 ton. Adapun Pantai Gading menyumbang sebesar 41.1 persen
Cokelat bukan hanya bermanfaat dalam industri makanan. Lemak kakao yang diperoleh dari biji cokelat juga banyak digunakan dalam industri farmasi termasuk kecantikan. Produk kosmetik menggunakan lemak kakao banyak dijumpai di pasaran sebagai pelembap kulit, mencegah bibir pecah dan sebagainya. Sari buah cokelat dan bubur buah cokelat yang diambil dari daging buahnya juga dapat digunakan sebagai campuran minuman, es krim, dan produk minuman lainnya.
Bagi yang kurang suka coklat, nonton film drama komedi produksi tahun 2000 berjudul “Chocolat” yang dibintangi aktor kondang Johnny Depp bersama Juliette Binoche mungkin bisa jadi hiburan menyenangkan untuk menutup kegiatan hari ini.****








