KEADILAN – Generasi milineal mungkin tak pernah lagi pergi ke kantor pos. Maklum, fungsi pos untuk berkomunikasi sudah digantikan handphone. Wajar bila mereka tak tahu hari ini, 9 Oktober, Hari Pos Sedunia.
Pos memiliki sejarah panjang. Layanan pos pertama di dunia mulai di Mesir Kuno, 2500 SM (Sebelum Masehi). Sementara layanan pos resmi tertua ada di Iran pada 550 SM.
Seiring berjalannya waktu, layanan pos semakin berkembang. Mulai dari layanan kurir untuk pengiriman surat hingga paket barang yang melintasi kerajaan dengan jarak hingga ribuan mil.
Pada 9 Oktober 1874, Universal Postal Union (UPU) didirikan. UPU menjadi sarana kerja sama dan regulasi di antara layanan surat negara-negara yang tergabung sebagai anggotanya. Tujuannya untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Baru pada 1969, Hari Pos Sedunia diresmikan di Tokyo sebagai peringatan global setiap tahun. Tanggal 9 Oktober dipilih karena tanggal organisasi UPU dibentuk. 192 negara anggota UPU kemudian tiap tahun memperingatinya.
Indonesia
Kantor pos pertama Indonesia ada di Jakarta yang dulunya bernama Batavia. Kantor pos itu sudah berdiri sejak zaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Tepatnya 26 Agustus 1746.
Stasiun Jakarta Kota Diresmikan 8 Oktober 1929
Mengutip situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kantor pos tersebut didirikan Gubernur Jenderal GW Baron Van Imhoff. Setelah 144 tahun dunia pos modern masuk ke Nusantara.
Meski begitu, mengutip BUMN.info, kegiatan surat menyurat dan pengiriman barang sudah ada sejak sebelum Balanda datang. Yaitu sejak zaman Kerajaan Majapahit dan Tarumanegara.
Belanda mendirikan kantor pos diinisiasi adanya wabah malaria pada 1733. Juga pembunuhan besar-besaran pedagang Tionghoa pada 1740. Oleh karena itu diperlukan sarana pengiriman barang.
Belanda membangun kantor pos tepat di depan Balai Kota Pemerintahan Hindia Belanda. Lokasi tersebut dipilih lantaran kantor pos memiliki peran penting pada era kolonial. Arus informasi harus diterima dengan cepat.
Pada masa penjajahan, pos hanya ada di kota tertentu di dalam dan luar Pulau Jawa. Surat dan paket pos hanya ditaruh di Gedung Penginapan Kota atau Stadsherbrg. Orang harus memeriksa sendiri apakah ada surat atau paket terbaru.
Reporter: Syamsul Mahmuddin








