KEADILAN – Seorang kuli bangungan, Dodi Sumandika alias Andika (41), tewas dengan kondisi mengenaskan di Gang Gelatik, Pasar IX, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kota Medan, Jumat (3/7). Korban tewas, setelah tersangka berinisial SA (24) mencangkul kepalanya hingga terbelah. Warga sekitar menyebut, pelaku sedang mengalami gangguan kejiwaan karena kebanyakan mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu.
“Korban dan pelaku ini tetanggaan, rumahnya berdekatan. Tetapi, saya gak menyangka setega itu pelakunya. Itulah akibatnya kalau terlalu banyak menyabu,”kata Mala, warga sekitar.
Menurut dia, selama ini pelaku diketahuinya sedang menjalani rehabilitasi. Namun, sejak tiga bulan lalu, pelaku dipulangkan karena keluarganya tak lagi sanggup untuk membiayai pengobatannya. “Selama ini dia (pelaku) memang berada di pusat rehabilitasi. Tetapi, sejak tiga bulan lalu sudah pulang karena keterbatasan ekonomi,” ujarnya.
Yudi (40) warga lainnya mengaku, pelaku memang dikenal pengguna aktif, akibatnya kejiwaanya menjadi terganggu sehingga harus dikirim ke panti rehab. “Sebenarnya, saat dikirim ke panti rehab itu, kejiwaanya sudah mulai terganggu. Nah, proses penyembuhannya ternyata tidak tuntas dan akhirnya terjadilah peristiwa memilukan ini. Dan kami sama sekali tidak menyangka akan seperti ini akhirnya,” kata Yudi.
Menurut dia, peristiwa maut ini bermula ketika korban bersama temannya bekerja memperbaiki dinding kamar rumah Ibu Lomo (60). Siang itu, korban baru saja memulai bekerja setelah istirahat makan siang. Ketika korban dalam keadaan jongkok dan sedang mengaduk-aduk semen, tiba-tiba pelaku datang dan mengayunkan cangkul menebas leher dan kepala korban.
“Setelah mencangkul korban, pelaku langsung diam dan kemudian menangis,”terangnya.
Tak lama setelah kejadian itu, personil dari Polsek Percut Seituan langsung ke berangkat ke lokasi dan membawa korban ke RS Bhayangkara Medan, sedangkan pelaku langsung diamankan.
Frans Marbun










Komentar ditutup.