KEADILAN- Pemerintah kembali mengumumkan penambahan jumlah pasien positif virus corona di Indonesia. Jumlah pasien positif bertambah 1.017 orang, sehingga total kini ada 39.294 terjangkit corona.
“Total (pasien positif) menjadi 39.294,” kata juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, di Kantor BNPB, Jakarta, Senin, (15/06/2020).
Jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal pun bertambah 64 orang. Sehingga jumlah pasien meninggal menjadi 2.198 orang.
Kabar baiknya, jumlah pasien virus corona yang sembuh bertambah 592 orang, menjadi 15.123 orang.
Meski angkanya terus naik, masyarakat diminta tak asal menyimpulkan peningkatan pasien covid-19. Ahli epidemiologi dan informatika penyakit menular dari Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, bukan berarti kondisi di Indonesia semakin parah.
“Kita melihat angka jangan langsung kaget gitu,” katanya di tempat yang sama.
Menurutnya, angka penambahan pasien positif tak boleh ‘ditelan’ bulat-bulat. Perlu pembandingan antara penambahan kasus positif dengan jumlah tes spesimen.
Pasalnya, kenaikan kasus positif covid-19 sebanding dengan peningkatan jumlah tes spesimen. Kapasitas ditingkatkan dari 10 ribu per hari untuk mengejar target 20 ribu tes spesimen per hari.
“Kasus positif bertambah tinggi karena memang jumlah pemeriksaan pun bertambah tinggi,” ujarnya.
Dewi menyebutkan, bila persentase kenaikan sama dengan bulan lalu, maka sebetulnya tidak ada kenaikan. Sebab kapasitas tes corona juga bertambah.
Dia menilai, kenaikan jumlah kasus disebabkan contak tracing dan pemeriksaan yang dilakukan dinas kesehatan semakin masif. Bahkan, sejumlah provinsi melakukan pemeriksaan terhadap orang tanpa gejala.
“Sekarang, teman-teman sudah mulai turun ke lapangan, kita kejar orang tanpa gejala di daerah-daerah dengan risiko tinggi. Itulah yang menyebabkan kita mendapatkan gambaran penyebaran covid-19 di masyarakat ini seperti apa,” pungkas Dewi.
AINUL GHURRI












