KEADILAN – Perbuatan Immanuel Aritonang (13), Siswa kelas 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 18, Medan Helvetia, yang rela menyumbangkan uang tabungannya untuk membantu para medis, Selasa (21/4/2020), patut dicontoh para pejabat.
Meski nilainya tidak seberapa jika dibandingkan dengan uang yang dimiliki sejumlah pejabat saat ini. Namun, bagi keluarga Immanuel bantuan senilai Rp685.500 untuk membeli Alat Pelindung Diri (APD) bagi para medis yang sedang berjibaku dengan Covid-19 di seluruh nusantara ini, nilai itu sudah sangat besar.
Sebab, pekerjaan ayah bocah itu hanya pengemudi ojek online (Ojol) dangkan ibunya seorang pekerja cuci dan gosok di rumah yang nilai ekonominya jauh lebih tinggi. Dari pekerjaan ayah dan ibu bocah itu bisa diketahui pendapatan per hari keluarga ini. Walau begitu, mereka rela menyisihkan dari hasil jerih payahnya untuk membantu para medis ‘berperang’ melawan wabah mematikan ini.
“Kata bapak dan mamak saya, uang bukanlah segalanya. Apalah artinya kami hidup sendiri jika tidak ada teman. Apalah artinya saya sehat sendiri jika disekeliling saya suah terkontaminasi. Jika para medis saja bisa dikalahkan virus ini, lalu siapa lagi yang menjadi benteng pertahanan kita melawan wabah ini?” kata Immanuel dengan polos.
Karena itu, dengan modal keberanian dan niat yang tulus, Immanuel mendatangi Polsekta Medan Helvetia sambil membawa uang tabungan yang disisihkannya selama ini dari uang jajanya. “Aku melihat di televisi kalau para medis kekurangan APD, aku bayangkan mereka berjibaku menghadapi Corona ini,” ujarnya.
Melihat kepolosan bocah itu datang ke kantornya, Kapolsekta Medan Helvetia Kompol Pardamean Hutahaean pun sumringah dan menyambut baik kedatangan bocah tersebut. “Luar biasa, seorang bocah yang berasal dari keluarga yang tidak kaya tetapi punya keperdulian yang luar biasa pula. Saya sangat terharu dan sangat menyambut baik itu,” katanya kepada KEADILAN.
Padahal, sambung dia, niat awal bocah itu untuk menabung hanya untuk membeli sebuah Hand Phone (HP). Namun, setelah melihat pemberitaan di televisi, niat untuk memiliki HP itu diurungkannya dan dialihkannya untuk membeli APD.
“Niat awalnya dia (bocah) itu menabung untuk membeli HP, tetapi setelah melihat tayangan di televisi bahwa para medis saat ini kekurangan APD, hatinya berubah untuk membeli perlengkapan para medis,”terangnya.
Hasilnya, tambah Kapolsek, dengan hasil tabungannya, Imanuael dapat membeli beberapa APD seperti 8 kotak (80 lembar) masker, sarung tangan 2 kotak (200 pasang). “Itu sudah lebih dari cukup jika melihat dari ekonimi keluarga bocah tersebut,” pungkasnya.
Frans Marbun











