Tangkap 8 Bandar, Polda Metro Musnahkan 190 Kg Sabu

KEADILAN- Peredaran narkoba di tanah air tak pernah berakhir. Tindakan represif aparat kepolisian ternyata tak membuat efek jera terhadap para pengedar barang haram tersebut.

Dalam Operasi Kewilayahan Nila Jaya 2020, Polda Metro Jaya mengamankan ratusan kilogram narkoba. Dalam Data Badan Pusat (BPS) 12 Desember 2019, kasus penangkapan terbanyak narkoba dari jajaran Polda Metro Jaya yakni 8.715 kasus.

“Jumlah barang bukti yang disita dari hasil Operasi Nila Jaya 2020 yakni Shabu 190 Kg, Ganja 265 Kg, Ekstasi 9.300 butir, Tembakau Gorila 8,16 Kg, Happy Five 572 butir, Bubuk Ekstasi 18,51 gram dan Obat Baya 193 butir,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Lanjut Nana, operasi kewilayahan tersebut melibatkan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya dan Polres Jajaran yang digelar dalam kurun waktu 19 Oktober sampai 2 November 2020.

“Operasi Nila Jaya 2020 mengungkap kasus sebanyak 275 Laporan Polisi (LP) dengan jumlah tersangka 330 orang, yang terdiri dari 8 orang Bandar, 285 orang Pengedar, dan 37 orang Pemakai,” katanya.

Nana menuturkan, sebelum operasi berjalan pihaknya telah menentukan 57 target operasi (TO) yaitu 53 TO orang dan 4 TO tempat. Namun kata Nana, pihaknya hanya menangkap 44 orang dan 1 TO tempat. “Tingkat presentase keberhasilan 79%,” jelasnya.

Barang bukti yang disita tersebut langsung dimusnahkan di lapangan Promoter Polda Metro Jaya. Dalam pemusnahan tersebut, Polda Metro Jaya melibatkan Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kepala BNNP DKI Jakarta, Ketua MUI DKI Jakarta, Ketua GRANAT dan Ketua Umum GERAM.

“Guna mencegah terjadinya penyimpangan terhadap barang bukti narkoba yang disita, barang bukti tersebut langsung dimusnahkan,” katanya.

Menurut Nana, narkoba merupakan musuh besar bangsa yang menjadi ancaman serius selain masalah terorisme dan korupsi. Permasalahan narkoba juga merupakan masalah global yang tergolong ke dalam kejahatan internasional. “Hampir semua
negara menjadikan masalah narkoba menjadi musuh bersama,” tegasnya.

Odorikus Holang

Posting Terkait

Jangan Lewatkan