Strategi Ganjar-Mahfud Wujudkan Indonesia Sebagai Garda Samudera

KEADILAN– Deputi Politik 5.0 Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud Andi Widjajanto memaparkan strategi pasangan calon nomor tiga untuk menjadikan Indonesia sebagai Garda Samudera (Guardian of the Seas).

Andi mengatakan, strategi Garda Samudera itu diwujudkan melalui pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) siap tempur untuk memposisikan Indonesia sebagai stabilisator yang mampu berperan lebih di kawasan.

“Garda Samudera diwujudkan melalui pembelian alutsista yang mengarah pada pertahanan 5.0 yang SAKTI, yakni perkasa dengan teknologi terkini,” kata Deputi Politik TPN Ganjar-Mahfud Andi Widjajanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Menurutnya, saat ini Indonesia dihadapkan pada ancaman pertahanan, akibat adanya ketidakpastian geopolitik dan posisi Indonesia yang strategis. Indonesia semakin dihadapkan pada kerawanan dan risiko yang bersifat dinamis dan kekinian, utamanya di kawasan yang ditimbulkan dari tarung global antara Amerika Serikat (AS) versus Tiongkok.

“Tantangan tidak hanya berasal dari negara lain, tetapi juga karena adanya pergeseran centre of gravity (CoG),” ujarnya.

Andi menilai, Ibu Kota Nusantara (IKN) adalah pusat gravitasi baru. Sehingga menjadi keniscayaan untuk meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia, dengan daya gentar yang mampu menghalau berbagai jenis ancaman.

Kemudian, pengembangan postur-postur militer yang saling terkoneksi dan terpusat pada IKN, harus diperkuat dengan peningkatan kapasitas Anti Akses/Penangkalan Wilayah (A2/AD) sebagai benteng nusantara untuk melawan ancaman di berbagai zona pertahanan.

“Kebutuhan untuk menata ulang gelar pasukan (redeployment) akibat adanya pergeseran tersebut harus didasarkan pada sistem pertahanan rakyat semesta (Sishanrata) dan sistem pertahanan berlapis,” papar Andi.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan pertahanan semestinya masuk pada wilayah 5.0, dengan teknologi SAKTI, dengan rudal hipersonik, senjata siber, sensor kuantum, dan sistem senjata otonom.

Menurut Ganjar, teknologi-teknologi tersebut tidak tertinggal generasinya dari teknologi senjata milik negara-negara adidaya. Penguatan kapasitas pertahanan juga membutuhkan sinergi dari seluruh matra (trimatra terpadu) agar mampu menjalankan operasi lintas medan, termasuk dengan memanfaatkan instrumen siber.

Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Darman Tanjung