Keadilan

KEADILAN – Bela petani garam, jaksa terus mendalami kasus impor garam. Hari ini, Kamis (13/10/2022), jaksa memeriksa dua saksi terkait perkara impor garam 2016-2022 di Kantor Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Jakarta.

Kedua saksi adalah FJ dan YA.
FJ diperiksa selaku Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI. Sedangkan YA diinterogasi selaku Kasubdit Industri Kimia Hulu Kemenperin RI.

BACA JUGA: Instruksi Jaksa Agung, Tuntut Maksimum Perkara Human Trafficking dan Illegal Fishing di Riau

Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan perkara. Sekaligus untuk memetakan siapa yang semestinya menjadi tersangka. Pasalnya sampai sekarang status penyidikan masih penyidikan umum tanpa tersangka.

Sekedar diketahui, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan, kasus korupsi impor garam naik ke tahap penyidikan pada 27 Juni 2022. Menurutnya, pada 2018, Kemendag menerbitkan kuota persetujuan impor garam untuk 21 perusahaan importir.

Total kuota persetujuan impor garam industri sebanyak 3.770.346 ton atau dengan nilai sebesar Rp2.054.310.721.560. Namun, menurutnya, proses itu dilakukan tanpa memperhitungkan stok garam lokal dan stok garam industri yang tersedia. Hal ini kemudian mengakibatkan garam industri melimpah.

Untuk mengatasinya, para importir mengalihkan garam itu dengan cara melawan hukum. Yakni garam industri itu diperuntukkan menjadi garam konsumsi dengan perbandingan harga yang cukup tinggi. Dampaknya timbul kerugian bagi petani garam lokal dan merugikan perekonomian negara.

“Seharusnya UMKM yang mendapat rezeki di situ dari garam industri dalam negeri ini. Mereka garam ekspor dijadikan sebagai industri Indonesia yang akhirnya yang dirugikan para UMKM, ini adalah sangat-sangat menyedihkan,” kata Burhanuddin.

Beberapa waktu lalu, Jampidsus Febrie Ardiansyah saat ditanya wartawan mengatakan pihaknya belum menetapkan tersangka kasus korupsi impor garam tersebut. Pasalnya penyidik masih harus mengumpulkan banyak bukti yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.

Reporter: Syamsul Mahmuddin

Tagged: , , ,