KEADILAN — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan penataan kabel semrawut Jakarta yang masih berada di permukaan jalan dapat dituntaskan dalam lima tahun.
Pramono menyebut penataan kabel tersebut akan dilakukan dengan menurunkannya ke jaringan utilitas terpadu. Total jaringan yang perlu ditangani diperkirakan mencapai 6.500 kilometer.
“Saya terus terang mem-planning-kan dalam lima tahun semua kabel-kabel yang ada di permukaan itu bisa diturunkan dan kalau itu bisa diturunkan maka wajah Jakarta pasti akan sangat berbeda. Apakah lima tahun itu bisa atau tidak? Karena memerlukan kurang lebih 6.500 km yang harus ditangani,” kata Pramono saat meninjau Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Menurut Pramono, penataan kabel tidak dapat hanya mengandalkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pihak swasta dan pemangku kepentingan lainnya perlu terlibat dalam pembangunan SJUT.
“Keterlibatan swasta sangat diperlukan untuk ini secara bersama-sama karena payung hukumnya sudah ada. Kami meyakini secara bisnis juga menarik sehingga dengan demikian penurunan kabel ini bisa menjadi gerakan bersama yang dilakukan oleh seluruh stakeholder yang ada di Jakarta,” ujarnya.
Pembangunan SJUT Telan Rp90 Miliar
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan pembangunan SJUT di sejumlah ruas jalan telah menghabiskan anggaran sekitar Rp90 miliar.
“Jadi anggaran kami untuk membangun SJUT ini adalah 90 miliar di delapan ruas jalan, Pak,” ujar Heru.
Heru menjelaskan, pembangunan jaringan tersebut mencakup panjang 16,9 kilometer. Lokasinya tersebar di sejumlah ruas jalan utama Jakarta.
“Ternyata panjangnya 16,9 kilometer dan itu lokasinya di MT Haryono, Gatot Subroto, Soepomo, Abdullah Syafei, Saharjo, Pemuda, Otista, Tebet Barat Dalam Raya, Matraman, dan Jatinegara,” katanya.
Pembangunan SJUT Disertai Rekayasa Lalu Lintas
Pekerjaan SJUT yang berlangsung di badan jalan turut dikoordinasikan dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
Heru mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan untuk mengantisipasi dampak pekerjaan terhadap pengguna jalan. Informasi mengenai pengaturan lalu lintas juga akan disampaikan kepada masyarakat di sekitar lokasi proyek.
“Jadi semua kegiatan kami yang ada di badan jalan kami lakukan rekayasa lalu lintas bersama Dinas Perhubungan. Ya, tentunya ada pengaturan-pengaturan dan juga ada pres rilis yang disampaikan ke masyarakat ya tentunya di lokasi ini ada kegiatan untuk menghindari jalan lain,” ujarnya.
Penataan melalui SJUT diharapkan dapat mengurangi keberadaan kabel di ruang udara sekaligus membuat wajah Ibu Kota lebih tertata.
Target lima tahun yang ditetapkan Pramono akan menjadi tantangan karena jaringan kabel yang harus diturunkan mencapai ribuan kilometer.








