KEADILAN – Pegiat perempuan dan sosial Kabupaten Samosir, Ria Gurning menyesalkan masih maraknya penebangan pohon di wilayah Kabupaten Samosir. Jika terus berlanjut, bisa memicu bencana alam. Untuk itu, penebangan pohon di wilayah ini harus dihentikan.
“Sedih mendengarnya masih ada penebangan pohon. Pohon-pohon yang merupakan sumber kehidupan dan penghidupan makhluk hidup itu ditebang dan akibatnya hutan gundul,” kata Ria Gurning, Senin(18/10/2021).
Ria mengaku, meski kawasan yang dilakukan penebangan itu merupakan milik pribadi, akan tetapi seharusnya penebangan pohon untuk sementara ini harus dihentikan oleh pemerintah daerah dengan tujuan menjaga ekosistem.
“Semua ada aturannya, tidak boleh sesuka hati melakukan penebangan, dan Pemerintah Kabupaten Samosir harus tegas menghentikan penebangan-penebangan pohon,” tambah Ria.
Untuk mengatasi gundulnya hutan akibatn penembangan pohon itu, Ria dengan sejumlah komunitas bertekad untuk menanam sebanyak mungkin pohon. Hal itu dibuktikan dengan menanam 6.000 bibit pohon sepanjang September dan Oktober. Bersama Komunitas Samosir Peduli Sesama (KSPS) bibit pohon, baik tanaman keras hingga bibit buah-buahan itu ditanam di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Samosir.
“Kami melihat hutan-hutan di Samosir sudah banyak yang gundul. Dan, dari KSPS bersama kelompok tani telah menanam 6.000 batang pohon selama dua bulan ini,” tambahnya.

Bahkan, untuk mendukung program Samosir kembali hijau, ia akan terus meminta Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Utara agar menyediakan bibit-bibit pohon yang nantinya akan ditanam secara terus menerus di Samosir. Sehingga, Samosir kembali hijau dan hutan-hutan yang gundul dikembalikan keaslinya.
Hal yang sama disampaikan, Mangaliat Simarmata yang merupakan warga Samosir yang tinggal di Kota Medan..
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Samosir harus tegas menghentikan penebangan pohon untuk sementara ini. Pasalnya, dikuatirkan cuaca yang ekstrim, dikuatirkan memicu bencana alam, seperti longsor dan banjir bandang yang membahayakan keselamatan jika hutan-hutan di Samosir terus digunduli.
Sebelumnya, terkait dugaan maraknya penebangan kayu di Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo yang videonya viral di berbagai group whatsapp, pihak UPT Kehutanan Kabupaten Samosir masih berkordinasi dengan pihak UPT KPH di Dolok Sanggul.
“Kami belum bisa memastikan lokasinya. Apakah ini merupakan lokasi yg telah dilakukan verifikasi kayu budidaya oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara di waktu yang lalu atau tidak, saya pastikan dahulu,” Kepala UPT Samosir, Haritua Siregar.














