KEADILAN – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri optimis kemiskinan ekstrem di Indonesia bisa ditekan hingga 0 persen. Namun hal tersebut bisa terwujud dengan adanya persatuan, kerja sama serta saling bergotong royong seluruh elemen bangsa.
Megawati mengaku dirinya terus berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal bagaimana menyelesaikan masalah kemiskinan di Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Megawati menanggapi pertanyaan awak media terkait solusi atasi kemiskinan ekstrim mengacu pada data BPS dimana jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,36 juta orang per September 2022. Angka ini naik naik sebesar 0,20 juta orang.
Menurut BPS, kenaikan tingkat kemiskinan selama periode Maret hingga September 2022 disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Saya sama Pak Jokowi tidak janjian. Tetapi itu mengekspresikan, bahwa saya dan Pak Jokowi sering, bukan sering, acapkali, satu tujuan di dalam membangun bangsa dan negara ini. Memang tagline (Rakernas III) kami itu sebetulnya seharusnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Karena itu ada di Undang-Undang Dasar bahwa fakir miskin itu harus diurus oleh negara,” ujar Megawati.
“Pertanyaannya apakah bisa? Bisa, kalau kita semua sepakat untuk melakukan hal itu. Karena tentunya para pendiri bangsa kita itu di dalam memasukkan kalimat-kalimat yang menurut saya baik dalam Undang-Undang Dasar, maupun juga pada uraian Pancasila. Itu menurut saya sangat matang dan bernas. Karena dulu tentunya pendiri bangsa ini itu kan berpikir mati-matian (soal tujuan bernegara,red),” sambung Megawati.
Presiden kelima RI ini pun mendorong agar persatuan bangsa harus terus digelorakan dalam mewujudkan keinginan mengentaskan kemiskinan di tanah air. “Lalu dengan demikian maka yang diperlukan memang persatuan,” tegasnya.
Megawati menambahkan, persatuan tidak hanya dipandang sebagai sebuah perilaku dan fisik. Namun, pentingnya kesamaan jiwa dalam memerangi kemiskinan ekstrem di masyarakat.
“Kalau kita semua, persatuan itu bukan fisik saja, tetapi juga jiwa. Kalau kita mau maju, saya sangat yakin seluruh rakyat mendukung apa yang akan dilakukan. Dari kata-kata itu sangat benar dan sebenarnya mudah untuk dilakukan. Karena apa? Karena negara kita ini sangat kaya sekali. Tetapi potensi-potensi yang ada belum sepenuhnya secara maksimal itu diangkat dan dijalankan,” tukasnya.
Reporter: Odorikus Holang
Editor : Penerus Bonar
BACA JUGA: Rekernas III PDIP, Presiden Jokowi Ingatkan Kesulitan Global












