Keadilan

KEADILAN– Direktur PT Diratama Jaya Mandiri John Irfan Kenway atau Irfan Kurnia Saleh dituntut 15 tahun penjara dalam perkara korupsi pengadaan helikopter angkut AW-101 TNI AU tahun 2016.

Selain pidana penjara, terdakwa juga dituntut untuk membayar denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

Jaksa menilai, terdakwa John Irfan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Akibatnya, keuangan negara dirugikan sebesar Rp738,9 miliar.

“Menuntut, agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, mengadili perkara ini memutuskan, satu, menyatakan terdakwa John Irfan Kenway alias Irfan Kurnia Saleh alias Irfan Kurnia telah terbukti secara sah dan menyakinkan menurut hukum bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi,” kata Jaksa KPK Arif Suhermanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (30/1/2023).

Selain pidana pokok, John Irfan juga dituntut untuk membayar uang pengganti sebesar Rp177.712.972.054,60.

Jaksa menilai, Irfan terbukti telah memperkaya diri sendiri sebesar Rp183.207.870.911 (Rp183 miliar). Dia disebut turut memperkaya orang lain yakni mantan KSAU Agus Supriatna sebesar Rp17.733.600.000.

Sementara, korporasi yang diperkaya yaitu perusahaaan AgustaWestland sebesar 29.500.000 dolar AS atau setara Rp391.616.035.000 serta perusahaan Lejardo Pte Ltd sebesar 10.950.826,37 dolar AS atau setara Rp146.342.494.088.

Atas perbuatannya, jaksa menyakini John Irfan Kenway melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Darman Tanjung

Tagged: , , ,