KEADILAN– Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, akhirnya memilih dan menentukan calon wakil presiden (cawapres) sebagai pendamping Ganjar Pranowo.
Hal itu disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Rabu (18/10/2023).
“Calon Wakil Presiden yang dipilih PDI Perjuangan adalah Bapak Profesor Doktor Mahfud MD,” ucap Megawati Sukarnoputri.
Sebagaimana diketahui, Mahfud nyaris menjadi cawapres Joko Widodo ketika mencalonkan diri pada Pilpres 2019. Namun kala itu, Ma’ruf Amin lah yang akhirnya didapuk mendampingi Jokowi.
Meski gagal mendampingi Jokowi, Mahfud ditunjuk menjadi Menkopolhukam. Sepanjang karirnya, Mahfud pernah duduk di kursi eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Berikut profil pendamping Ganjar Pranowo.
Mahfud MD bernama lengkap Mohammad Mahfud Mahmodin, seorang akademisi, hakim, dan politisi. Mahfud mengawali kiprahnya di dunia akademisi sebagai dosen dan Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII).
Ia meraih gelar Doktor pada tahun 1993 dari Universitas Gadjah Mada. Mahfud pernah terlibat dalam politik praktis sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari 1998 hingga 2008.
Semasa muda, ia juga aktif sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Saat ini, Mahfud menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) yang menjabat sejak 23 Oktober 2019 dan menjadi tokoh sipil pertama yang mengemban jabatan tersebut.
Di masa jabatannya sebagai Menkopolhukam, Mahfud ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri (ad interim) ketika menteri definitif, Tito Karnavian melakukan diplomasi ke Singapura pada 2020.
Kemudian, ia juga didapuk menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (ad interim) sewaktu menteri definitif, Tjahjo Kumolo mengalami sakit hingga akhirnya meninggal dunia. Ia kembali menjabat jabatan yang sama pada 16 Juli 2022 sebagai pelaksana tugas menteri.
Mahfud MD pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 dan Hakim Konstitusi pada periode 2008-2013.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota DPR dan Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional.
Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Darman Tanjung







