KEADILAN – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyebut Indonesia dan Mesir sepakat meningkatkan kerja sama perdagangan bilateral. Mendag menyambut baik rencana pertemuan Joint Trade Comittee (JTC) dengan Mesir yang akan dilaksanakan Juli 2024 di Bali.
Hal itu diungkap Mendag saat bertemu Menteri Perdagangan dan Perindustrian Mesir, Ahmed Samir Saleh di Istanbul, Turki, Selasa, (11/6/2024) waktu setempat.
Pertemuan berlangsung di sela Pertemuan Tingkat Menteri ke-3 Komite Perundingan Perdagangan (TNC) Sistem Preferensi Perdagangan-Organisasi Kerja Sama Islam (TPS-OIC) dan Pertemuan Informal
Tingkat Menteri D-8.
“Saya memandang hubungan dagang Indonesia dan Mesir masih dapat ditingkatkan. Kedua negara memiliki hubungan diplomatik panjang dan fondasi kuat menjalin kerja sama perdagangan lebih erat,” kata Mendag Zulkifli.
Bagi Indonesia, Mesir mitra dagang nontradisional strategis di Kawasan Afrika. “Mesir bisa memanfaatkan potensi Indonesia sebagai pintu gerbang menuju pasar ASEAN. Indonesia bisa menjadikan Mesir sebagai hub menuju pasar Afrika, Eropa, dan Timur Tengah,” jelasnya.
Menteri Ahmed menyatakan ingin mempelajari jauh potensi perdagangan yang dapat
digali dengan Indonesia.
Diketahui, Mesir ialah negara tujuan ekspor ke-27 dan sumber impor Indonesia ke-56 dunia. Pada Januari–April 2024, perdagangan kedua negara mencapai USD 474,3 juta. Pada periode itu, nilai ekspor Indonesia tercatat USD 408,5 juta dan impor USD 65,9 juta.
Sementara, di 2023, total perdagangan kedua negara tercatat USD 1,51 miliar, dengan ekspor Indonesia ke Mesir USD 1,31 miliar, dan impor Indonesia dari Mesir USD 201,4 juta.
Dengan begitu, Indonesia surplus perdagangan terhadap Mesir sebesar
USD 1,11 miliar. Dalam lima tahun terakhir (2019-2023), perdagangan Indonesia-Mesir menunjukkan pertumbuhan positif 8,65 persen.
Reporter: Ceppy Febrinika Bachtiar
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: ORI Paparkan Pagu Anggaran Tahun 2025







