KEADILAN– Calon Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan alasan bertemu dengan sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta.
Di antaranya, Sutiyono alias Bang Yos dan Fauzi Bowo atau akrab disapa Foke. Hal itu ia ungkapkan saat car free day di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Minggu (8/9/2024).
“(Alasannya) untuk menimbah pengalaman karena bagaimana pun mereka punya pengalaman panjang menjadi Gubernur di Jakarta. Misalnya, Pak Sutiyoso 10 tahun menjadi Gubernur. Kemudian Pak Foke, Pak Ahok, dan Mas Anies ya itulah yang kami gunakan,” kata Pramono kepada keadilan.id.
Saat bertemu di kediaman Bang Yos, Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa ada pesan khusus dari Bang Yos untuk membangun Jakarta ketika Jakarta sudah tidak lagi menjadi Ibu Kota Negara.
Menurut Bang Yos, kata Pramono, menjadi Gubernur dan calon Gubernur harus aktif berkomunikasi dengan warga Jakarta. Sehingga keluhan-keluhan yang diinginkan masyarakat bisa terpenuhi.
“Bang Yos menyampaikan bahwa yang namanya Gubernur dan calon Gubernur harus komunikatif, merakyat, dan berani mengambil keputusan,” tuturnya.
Pram mengakui, sepanjang ia keliling dengan Rano Karno banyak keluhan-keluhan warga terkait permasalahan di Jakarta. Untuk itu ia memastikan bahwa jika terpilih menjadi Gubernur Jakarta, posko Balai Kota yang digunakan menyerap aspirasi masyarakat Jakarta akan di buka lagi.
Diketahui, posko Pengaduan Balai Kota Jakarta dimulai kali pertama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Namun di era eks Gubernur DKI Anies Baswedan, pengaduan langsung itu ditiadakan dan diganti dengan pelaporan via aplikasi Jaki.
“Seperti sekarang saya bertemu dengan ibu-ibu, makannya saya agak kaget banget dan saya terharu mendengar keluhannya. Sehingga saya bisa belanja masalah di mana-mana, mendengarkan aspirasi masyarakat juga bisa di mana-mana,” terangnya.
“Dulu waktu zamannya Ahok Balai Kota dihidupkan, pasti akan dihidupkan lagi tapi akan kita sempurnakan, akan kita tambah digitalisasi. Supaya warga yang jauh-jauh tidak perlu lagi datang ke Balai Kota,” sambungnya.
Meski demikian, ia dan Bang Doel sapaan Rano Karno tidak akan menghilangkan sejumlah kebijakan para Gubernur terdahulu. Menurutnya, kebijakan yang bagus dan bermanfaat bagi masyarakat Jakarta akan ia lanjutkan.
“Pak Anies (Baswedan) dengan rumah hunian padat penduduk, kita lanjutkan. Sehingga kami tidak mendiskriminasikan baik Pak Ahok, Pak Anies, Pak Foke, dan Pak Sutiyoso,” tuturnya.
Pramono memastikan bahwa dalam waktu dekat, ia dan Bang Doel akan bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta lainnya seperti Ahok, Anies Baswedan dan PJ Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono.
Bukan hanya para mantan Gubernur, ia dan Bang Doel juga akan bersilaturahmi dengan tokoh-tokoh di Jakarta yang dianggap mempunyai kontribusi bagi pembangunan Jakarta.
“Saya sudah komunikasi dengan Mas Anies (Baswedan) minta waktu, dan saya sudah komunikasi dengan Pak Ahok. Kemudian saya juga akan bertemu dengan Pak Heru,” pungkasnya.
Sekretaris Kabinet itu mengatakan, safari politik akan diisi dengan berkunjung ke figur-figur yang pernah berjasa untuk Jakarta. Ia sendiri ogah memperdebatkan kelebihan maupun kekurangan Gubernur Jakarta terdahulu.
Pramono menilai, tiap pemimpin punya keunggulan dan kekurangan masing-masing dalam membenahi Kota Jakarta.
Sebelumnya, Pramono Anung-Rano Karno bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Pertemuan berlangsung di Museum Bang Yos, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (5/9/2024) lalu.
Saat Pramono-Rano tiba di lokasi, mereka langsung disambut hangat oleh Bang Yos dan keluarga di halaman rumahnya.
Usai bercengkerama sebentar, Bang Yos langsung mengajak ke museum miliknya. Mereka membahas program untuk kemajuan DKI Jakarta.
Selain Bang Yos, kedua calon Gubernur dari partai PDI Perjuangan itu juga bertemu Fauzi Bowo di Museum MH Thamrin Jakarta Pusat, pada Selasa (3/9/2024).
Foke langsung mengajak Pramono dan Rano berkeliling ke Museum MH Thamrin untuk mengenalkan budaya Betawi.
Reporter: Ainul Ghurri
Editor: Penerus Bonar
BACA JUGA: Ketum PWI Pusat Zulmansyah Sambut Pelari Malang Raya Night Run













